facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

16 Warga DIY Terindikasi Omicron, Gubernur DIY Sri Sultan HB X Minta Tes Laboratorium Dipercepat

Galih Priatmojo Jum'at, 28 Januari 2022 | 14:31 WIB

16 Warga DIY Terindikasi Omicron, Gubernur DIY Sri Sultan HB X Minta Tes Laboratorium Dipercepat
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

menurut Sultan, sangat dimungkinkan Omicron sudah masuk ke DIY.

SuaraJogja.id - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY mempercepat proses pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Sebab varian baru COVID-19, Omicron dimumgkinkan sudah masuk ke DIY pasca 16 warga DIY disebut probable Omicron dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) S Gene Target Failure (SGTF).

Selain di BBTKLPP, 33 sampel juga tengah diperiksa FKKMK UGM. Namun hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan yang dilaporkan ke Pemda DIY.

"Kami juga minta secepat mungkin [penyelesaian proses WGS], kami kan juga butuh kejelasan [tentang omicron yang masuk ke jogja]," ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (28/01/2022).

Selain tes SGTF, menurut Sultan, sangat dimungkinkan Omicron sudah masuk ke DIY. Satu warga Pematang Siantar yang sempat masuk ke DIY dan Cilacap dinyatakan positif Omicron dari hasil pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Cilacap pada awal Januari 2022 lalu.

Baca Juga: Muncul Probable Omicron di DIY, Pemkot Belum Temukan Sebaran di Kota Jogja

Karenanya deteksi Omicron perlu segera diselesaikan untuk wilayah DIY. Meski sebenarnya dampak dari paparan virus tersebut kebanyakan ringan atau tidak bergejala.

"Saya belum dapat report resmi karena [WGS] perlu waktu. Tapi kalau kemungkinan bisa saja [omicron masuk diy]. Tapi nggak papa,[varian] itu kan [gejala] ringan nanti kan 10-14 hari sudah[sembuh. Karena kan mereka tinggal di rumah bukan di rumah sakit," ungkapnya.

Meski belum ada hasil resmi, Sultan meminta kabupaten/kota di DIY mewaspadai tren kasus COVID-19 yang terus meningkats saat ini. Di hampir semua kabupaten/kota muncul kasus-kasus penularan baru setiap harinya.

Pemkab/pemkot juga harus kembali menyiapkan isolasi terpusat (isoter) untuk menampung pasien COVID1-19. Ketersediaan oksigen pun harus dipastikan aman, sehingga kasus kekurangan stok oksigen laiknya kasus Delt a tahun lalu tidak lagi terjadi di DIY.

"Kita sudah punya pabrik[oksigen], jadi ngga terlalu bermasalah," ujarnya.

Baca Juga: DIY Catat 23 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak dari Sleman

Secara terpisah Sekda DIY, Baskara Aji meminta semua pihak mewaspadai munculnya Omicron di DIY. Sebab dari pengalaman varian Delta, di DIY penularan kasus COVID-19 sangat masif tahun lalu.

"Kita perlu mewaspadai karena kan punya pengalaman rarusna jadi ribuan kasus [delta] dalam waktu cepat," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait