facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Maryanto, Eks Napi Teroris yang Ingin Makan Bebek Goreng 3 Hari Sebelum Bebas

Galih Priatmojo Minggu, 20 Februari 2022 | 15:55 WIB

Cerita Maryanto, Eks Napi Teroris yang Ingin Makan Bebek Goreng 3 Hari Sebelum Bebas
Maryanto eks napi teroris tengah memberikan terapi kepada salah seorang warga di Gunungkidul. [Kontributor / Julianto]

Maryanto yang merupakan eks napi teroris kini berkhidmat dalam kegiatan kemasyarakatan membantu sesama

SuaraJogja.id - Maryanto alias Teming warga Padukuhan Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul terlihat sibuk melayani pijat dan terapi bekam warga Padukuhan Jatirejo 01/08, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (19/2/2022) kemarin.

Maryanto adalah salah satu eks napi teroris yang belum lama bebas. Lelaki ini kini bergabung dengan Bripka Nur Ali Suwandi, anggota Propam Polda DIY atau lelaki yang selama ini dikenal sebagai Bon Ali. Ia sering melakukan aktivitas sosial di berbagai tempat di DIY.

Maryanto mengaku terlibat dalam jaringan teroris hingga akhirnya tertangkap petugas dan masuk bui. Selama menjalani masa tahanan di penjara, Maryanto banyak merenung dan introspeksi diri atas tindakan dan kesalahan-kesalahan masa lalu saat bergabung dengan jaringan teroris.

"Di dalam penjara saya sadar apa yang saya lakukan ternyata merugikan banyak masyarakat dan menjadi musuh negara,"papar dia.

Baca Juga: Teror Ekshibisionis Incar Perempuan di Gading 8 Gunungkidul, Terjadi sejak 2005

Bertemu dan kenal dengan Bon Ali membuat Maryanto serasa menemukan cahaya semangat baru untuk menjalani kehidupan. Dengan arahan, bimbingan dan kepedulian Bon Ali, saat ini Maryanto dapat hidup tenang bahagia bersama keluarga seperti masyarakat pada umumnya.

Maryanto masih ingat ketika berada di dalam penjara, badannya sangat kurus. Tiga hari sebelum ke luar lapas, ia sangat menginginkan untuk makan bebek goreng. Ia bertekad ketika keluar akan mengumpulkan uang untuk makan bebek goreng.

"Luar biasanya, tanpa saya minta, ketika dijemput Pak Ali pertama kali sebelum menuju ke rumah, saya diajak ke warung bebek goreng," kenang Maryanto.

Menurut Maryanto, hijrah dari lingkaran salah menuju kebenaran, ia banyak menemukan jalan kebaikan salah satunya kemampuan yang ia miliki mampu mengobati orang sakit dengan metode terapi pijat dan bekam. 

Atas ilmu yang ia miliki, Maryanto meniatkan diri untuk berderma kepada sesama yang membutuhkan. Ia sendiri tidak mematok harga dalam setiap mengobati masyarakat untuk terapi, seikhlasnya dan sesuai kemampuan mereka saja. 

Baca Juga: Modus Pinjam Sabun, Pekerja Bengkel di Gunungkidul Perkosa Penjaga Warung

"Insyaallah niat saya dari hati yang tulus, semoga atas izin Allah siapapun yang saya terapi juga ikhlas sehingga mendapat kesembuhan," jelas Maryanto.

Lebih lanjut Maryanto menyampaikan, dalam hal pengobatan terapi dirinya siap di panggil atau bagi masyarakat yang akan berobat dapat menghubunginya nomor pribadinya. Ia bersedia untuk datang ketika membutuhkan jasanya.

"Pesan saya untuk siapapun jangan salah dalam memilih guru ngaji dan jangan salah memilih kajian. Percayalah hanya cinta NKRI yang akan membuat kita tenang dan bahagia," jelas Maryanto.

Sabtu kemarin, Maryanto hadir diajak Bong Ali dalam rangka Pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Bumi Damai Padukuhan Jatirejo 01/08, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Bon Ali sendiri melakukan peletakan batu pertama. Bon Ali juga merupakan Pengasuh Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai.

Selain kegiatan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung TK Bumi Damai Gedangsari, acara juga diisi dengan pembagian 80 paket sembako dan terapi pengobatan gratis kepada 50 warga Jatirejo oleh Eks Napiter Teroris.

Bagi sebagian besar masyarakat Gedangsari, nama Bripka Nur Ali Suwandi atau yang akrab disapa Bon Ali, bukanlah sosok nama asing. Kehadiran Bon Ali di Gedangsari telah banyak rekam jejaknya terutama dalam hal sosial kemanusiaan, mendirikan masjid, pembangunan sumur bor serta gedung pendidikan.

Mengabdi sebagi pelayan dan pengayom masyarakat, Bon Ali mampu merangkul dan memanusiakan manusia para Eks Napiter Teroris sehingga terbuka hati dan jiwanya untuk kembali cinta NKRI dan berkiprah di kehidupan masyarakat dengan lebih baik.

Bon Ali menjelaskan, pembangunan gedung TK Bumi Damai Gedangsari dapat terlaksana atas dukungan semua warga dan khususnya donatur utama dari dermawan Robinlu serta Andriansyah. Selain itu lanjut Bon Ali, dirinya juga mengajak para santri anak-anak yatim piatu Yayasan Bumi Damai, anak-anak eks napi teroris dan istri-istri eks napi teroris.

"Saya ajak mereka untuk melihat dan belajar langsung dalam berinteraksi dengan warga masyarakat. Mereka perlu kita rangkul, kita ajak kembali untuk cinta NKRI. Dan tadi Alhamdulillah Pak Maryanto yang notabene Eks Napier Teroris luar biasa dengan keikhlasan hatinya membantu saudara-saudara saya di Gedangsari dengan pengobatan terapi gratis sebanyak 50 orang," kata Bon Ali.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait