Sudah memiliki delapan orang adik, ia juga turut menyekolahkan adik-adiknya sampai duduk di bangku SMA.
“Kondisi ekonomi karena aku udah di film, aku lah yang membiayai keluarga. Padahal kan waktu itu aku harus membiayai adik-adikku sekolah. Bapakku udah pensiun, ibu enggak kerja, walaupun ada sekali-sekali dia merias pengantin. Sementara adikku udah ada delapan,” jelasnya.
Kesadaran untuk membiayai keluarga tersebut sama sekali tidak diminta oleh orang tuanya.
“Enggak diminta sama orang tuaku, jadi akhirnya oh iya lah berbakti sama orang tua. Aku cuma bisa kasih uang, tapi saya enggak mau menyalahkan kedua orang tuaku,” ungkap Yati Surachman.
Baca Juga:Pindah Agama ke Kristen, Yati Surachman Mengaku Masih Salat 5 Waktu
Semenjak itu, ia merasa dipisahkan dari keluarga lantaran tidak ingin menerima dirinya.
Di samping itu, Yati Surachman mengatakan bahwa kenyataan menjadi anak pertama bukan pilihannya, melainkan Tuhan yang memutuskan.
Dalam hal tersebut, ia merasa bahwa menjadi anak pertama adalah bentuk tanggung jawabnya dari Tuhan untuk membantu keluarga serta adik-adiknya bersekolah.
“Seperti dibuang akunya, tapi kadang-kadang aku ngumpet ngirim duitnya. Ibaratnya jalan sendiri. Enggak mungkin aku membiarkan adik-adikku. Aku jadi anak pertama di dalam lingkungan keluarga itu kan bukan kemauanku pribadi, tapi kemauan Tuhan.”
“Jadi aku merasa ini PR nih dari Tuhan. Jadi itu yang aku lakukan, aku cuma ingin adikku paling tidak SMA kelar. Nah kalau kehidupan ke depannya itu rezeki masing-masing,” pungkasnya.
Baca Juga:Pindah Agama, Yati Surachman Dihujat hingga Masuk 'Blacklist' Penggemar