facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Minyak Goreng Curah Masih Langka, Pembeli di Kota Jogja Harus Bawa KTP

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Kamis, 07 April 2022 | 18:35 WIB

Minyak Goreng Curah Masih Langka, Pembeli di Kota Jogja Harus Bawa KTP
Distributor minyak goreng curah subsidi di Jalan Bantul, Pugeran, Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (7/4/2022). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Jumini adalah seorang penjual gorengan dan pembeli hanya dibatasi untuk mendapat lima liter minyak goreng curah.

SuaraJogja.id - Pemerintah pusat telah mengucurkan minyak goreng curah subsidi. Meski demikian, kelangkaan minyak goreng curah di masyarakat masih terjadi. 

Salah satunya distributor minyak goreng curah di Jalan Bantul, Pugeran, Mantrijeron, Kota Jogja. Masyarakat yang hendak membelinya harus antre

Seorang pembeli, Jumini menuturkan bahwa untuk bisa membeli minyak goreng curah subsidi, pembeli wajib membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Alasannya agar satu orang hanya dapat membelinya satu kali. 

"Suruh bawa KTP supaya tidak ada yang beli lebih dari dua kali tadi bilangnya begitu. Karena kemarin banyak yang beli lebih dari sekali," kata Jumini ditemui SuaraJogja.id, Kamis (7/4/2022). 

Baca Juga: TPST Piyungan Ditutup Tiga Hari, Timbunan Sampah di Kota Jogja Capai Seribu Ton

Sebelum dilayani, ia diminta untuk menyerahkan fotokopi KTP. Lantas dilakukan pendataan lalu diberi sebuah kwitansi. 

"Tadi sebelum beli disuruh ngasih fotokopi KTP dulu, baru dilayani," ujarnya. 

Jumini adalah seorang penjual gorengan dan pembeli hanya dibatasi untuk mendapat lima liter minyak goreng curah. Padahal dalam sehari setidaknya ia perlu enam liter minyak goreng. 

"Satu orang hanya boleh beli lima liter padahal butuhnya enam liter. Jadi saya membayar total Rp70.000 untuk lima liter minyak goreng curah," ungkapnya. 

Menurutnya, apabila hari ini bisa mendapat minyak goreng curah, namun biasanya dalam satu minggu ke depan stoknya kosong. 

Baca Juga: Pasar Sore Ramadhan Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Satpol PP Kota Jogja Beri Catatan Ini

"Biasanya sih sekarang ada tapi hampir satu minggu bisa kosong barangnya," katanya. 

Ia pun enggan beralih ke minyak goreng kemasan lantaran harganya mahal. 

"Saya juga tidak enak menaikkan harga gorengan kentang dan ubi karena takut pembeli berkurang," tambah dia. 

Pembeli lainnya, Sulastri mengaku tidak bersikeras untuk mendapatkan minyak goreng curah subsidi. Ia hanya akan berjualan kalau ada stoknya. 

"Saya jualan ayam goreng, kalau dapat minyak ya jualan, enggak dapat ya tidak jualan, disyukuri saja," ujarnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait