facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ramah Lingkungan, Warga Muntuk Produksi Perkakas dari Bambu Pengganti Plastik

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono Rabu, 11 Mei 2022 | 15:16 WIB

Ramah Lingkungan, Warga Muntuk Produksi Perkakas dari Bambu Pengganti Plastik
Lurah Muntuk Marsudi menunjukkan barang kerajinan dari bambu. - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Menurutnya, beralih ke bambu turut membantu menyelamatkan bumi dari dampak plastik.

SuaraJogja.id - Masyarakat perlu mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya ialah menggantinya dengan barang yang ramah lingkungan lantaran plastik sulit terurai.

Produk yang terbuat dari bambu barang kali bisa jadi alternatif pengganti plastik. Ya, di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul kebanyakan warganya pengrajin bambu yang menjadi produk layak jual.

Lurah Muntuk Marsudi mengatakan, kerajinan bambu yang dihasilkan seperti sendok, piring, gelas, rak baju, vas bunga, interior, tempat tisu, tempat penyimpanan nasi, dan rak baju.

"Barang-barang seperti itu bisa diganti dengan bambu karena itu sangat ramah lingkungan," ujar Marsudi, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Bikin Ngakak, Pria ini Tiba-tiba Cosplay Venom Ulah Plastik Gabut

Menurutnya, beralih ke bambu turut membantu menyelamatkan bumi dari dampak plastik.

"Dengan demikian bisa nenyelamatkan peradaban manusia dari bahaya plastik," katanya.

Ia menyebut bahwa kerajinan bambu adalah kearifan lokal yang sudah turun temurun sejak dahulu. Sampai saat ini terdapat 132 produk dari bambu yang telah dihasilkan oleh para pengrajin.

"Bambu sebagai kearifan lokal yang sudah dilakukan masyarakat di sini sejak dulu. Ada 132 produk dari bambu yang sudah dihasilkan," papar dia.

Ihwal jumlah pengrajin bambu, Marsudi tak bisa memastikan berapa jumlahnya. Meski begitu, dari 8.962 warga Muntuk, 83 persennya adalah pengrajin bambu.

Baca Juga: Operasi Plastik di Hidung Pakai Silikon vs Jaringan Tubuh, Mana yang Hasilnya Lebih Natural?

"Kurang paham berapa jumlahnya, yang pasti 83 persen warga saya adalah pengrajin bambu," ujarnya.

Untuk bambu sendiri didapatkan dari wilayah sekitar DIY seperti Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman. Sebab, bambu yang ada di Kalurahan Muntuk sudah tak mencukupi.

"Bambu-bambu yang ada sini enggak cukup untuk membuat produk-produk itu makanya didatangkan dari luar Bantul," katanya.

Para pengrajin, tambahnya, terus berinovasi agar bisa mencapai target yang diinginkan. Dengan berinovasi, produk-produknya dapat menggantikan plastik.

"Ternyata setelah inovasi produk kami disandingkan dengan data bisa menggantikan plastik sampai 67 persen," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait