facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kunjungi Produksi Home Decor di Bantul, Begini Kata Menkop UKM Teten Masduki

Muhammad Ilham Baktora | Rahmat jiwandono Kamis, 19 Mei 2022 | 15:40 WIB

Kunjungi Produksi Home Decor di Bantul, Begini Kata Menkop UKM Teten Masduki
Menkop UKM Teten Masduki berkunjung ke PalemCraft Workshop, Ngaglik, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Kamis (19/5/2022). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Menurut Teten pelaku ekonomi kreatif di Bantul seperti home decor atau dekorasi rumah ini menjadi unggulan.

SuaraJogja.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke PalemCraft Workshop, Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (19/5/2022).

Menurut Teten pelaku ekonomi kreatif di Bantul seperti home decor atau dekorasi rumah ini menjadi unggulan. Terlebih, Kabupaten Bantul sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif kriya oleh Bekraf pada 2017 lalu.

"Jadi ini kan [home decor] suatu potensi yang cukup besar," katanya.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM, home decor termasuk dalam top list permintaan pasar dunia paling banyak. Sehingga banyak hasil dari home decor yang diekspor ke Benua Eropa ataupun Amerika Serikat.

Baca Juga: Menkop Sebut 64% UMKM Digerakkan oleh Perempuan

Oleh karena itu, yang perlu dikembangkan saat ini, ialah kekuatan kreatif kriya yang harus dirapikan ekosistemnya.

"Seperti suplai bahan baku, akses pembiayaan, dan penggunaan teknologi," katanya.

Jajarannya tidak bisa bekerja sendiri untuk membentuk ekosistem tersebut. Dibutuhkan peran dari Pemkab Bantul guna memperkuat ekosistem kreatif kriya.

"Ini yang mungkin mesti sama-sama dengan Pemkab Bantul untuk memperkuat ekosistem. Sehingga produk kriya dari Bantul ini di pasar domestik maupun luar punya kekuatan penetrasi pasar yang kuat," terangnya.

Pemilik Palemcraft, Deddi Effendi menyampaikan bahwa dia sudah lama berkecimpung di dunia bahan kerajinan yang bersifat home decor. Adapun kendala yang dihadapi adalah bahan-bahan baku yang sulit didapat di Jogja.

"Sehingga harus bekerja sama dengan petani yang ada di seluruh indonesia. Kalau mengolah bahan baku yang ada di Jogja sendiri [jumlahnya] terbatas," ujar dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait