facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dilaporkan Gelar Giat di Jogja, KPK Segel Ruang Wali Kota Yogyakarta

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 02 Juni 2022 | 19:07 WIB

Dilaporkan Gelar Giat di Jogja, KPK Segel Ruang Wali Kota Yogyakarta
KPK melakukan penyegelan di sejumlah ruangan di Balai Kota Ambon, Maluku, Selasa (17/5/2022) [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Disampaikan Sumadi, saat itu ada tiga orang petugas lembaga antirasuah yang datang. Tiga orang tersebut tidak menggunakan seragam mereka hanya membawa surat tugas saja.

SuaraJogja.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melaksakan giat di Balai Kota Yogyakarta pada Kamis (2/6/2022). Bahkan petugas KPK juga dilaporkan sempat menyegel ruang Wali Kota Yogyakarta saat melaksanakan aktivitas tersebut.

Informasi tersebut dibenarkan Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi. Disebutkan bahwa giat oleh KPK tersebut sudah dilakukan siang tadi.

"Jadi gini tadi setelah saya rapat dari Pemda DIY di Kepatihan terus saya ke Balai Kota. Setelah Balai Kota saya mau memulai kegiatan jam 1 ada rapat, tapi terus kemudian ada petugas dari KPK," kata Sumadi saat dihubungi awak media, Kamis (2/6/2022) malam.

"Terus kemudian menunjukkan identitasnya saya lihat iya benar [petugas KPK]," imbuhnya.

Baca Juga: 5 Fakta Terkait KPK Gagas Rompi Biru Anti Korupsi, Tuai Kritik dan Sindiran

Disampaikan Sumadi, saat itu ada tiga orang petugas lembaga antirasuah yang datang. Tiga orang tersebut tidak menggunakan seragam mereka hanya membawa surat tugas saja.

Namun, ia mengaku tidak terlalu melihat secara detail isi dari surat tugas tersebut. Namun dipastikan bahwa ketiganya merupakan petugas dari KPK.

"Terus mohon izin untuk melakukan penyegelan di ruangan wali kota. Setelah itu karena saya kooperatif biar monggo silakan terus saya tinggal rapat. Gitu, dah saya engga tahu selanjutnya," ujarnya.

Sumadi sendiri menyatakan ketidaktahuannya terkait dengan giat KPK tersebut. Termasuk dengan berkas yang dibawa atau bahkan informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT).

"Saya enggak tahu. Terus saya pulang itu enggak ada komunikasi lagi dengan yang bersangkutan," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait