Risyanto mengakui memang ada masalah kekurangan pembayaran biaya tadi. Namun ia tetap menyayangkan keputusan sekolah yang tidak memperbolehkan anaknya ikut ujian.
"Kalau kekurangan masalah biaya oke saya akui masalah biaya. Toh bisa dikomunikasikan dan hari ini tadi kami juga sudah membayar sebagian," terangnya.
Dijelaskan Risyanto, pihaknya harus membayar uang masuk sekolah sebesar Rp4,6 juta dalam setahun. Terakhir sebagian sudah dibayarkan hingga hanya kurang Rp800 ribu saja.
"Rp4,6 juta (setahun) kalau enggak salah. Kalau saya kemarin itu tinggal kurang Rp800 ribu. Belum (bisa ikut ujian). Saya tadi sudah bayar juga belum dikasih kartu (ujian)," jelasnya.
Baca Juga:Lima Siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan Urung Ujian, Bupati Minta Hak Anak Dipenuhi
Ia menyebut hal ini tidak hanya terjadi pada anaknya saja. Melainkan ada beberapa anak lain yang mengalami hal serupa.