"Terus terang saya takut dengan merebaknya PMK ini,"kata dia.
Sebab selain pada kesehatan ternak, penghasilannya pun sebagai pembeli juga ikut terdampak. Ia mengaku juga kesulitan untuk menjual sapi miliknya karena saat ini yang bersedia membeli juga sedikit.
Pengelola Pasar Siyonoharjo di Kapanewon Playen, Isnaning Suindarti juga mengakui jika transaksi di pasar terbesar di Gunungkidul ini juga tergerus isu merebaknya PMK. Saat ini aktivitas jual belinya turun hingga separuhnya.
Baik pembeli maupun pedagang yang datang ke sini turun sampai 50 persen. Ia menilai sepinya kondisi pasar tak lepas dari keresahan pedagang dan pembeli berkaitan dengan PMK.
" virus penyebab penyakit ini menular begitu cepat dan bisa mengenai ternak yang ada di rumah mereka,"kata dia.
Akibatnya, harga ternak yang diperjualbelikan pun ikut mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan Isnaning menyebut selisih penurunannya bisa sampai Rp 6 juta per ekor untuk jenis sapi.
"Sapi yang ukurannya besar biasanya bisa sampai Rp 30 juta, ini tadi saya tanya harganya sekarang jadi Rp 24 juta," ungkapnya
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Penuhi Syarat, 184 Calon Jamaah Haji di Gunungkidul Berangkat 18 Juni