Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Ternak di Bantul Belum Sepenuhnya Stabil

"Minat pembelian hewan sapi dan kambing tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena ada wabah PMK," ungkap salah seorang pedagang sapi.

Muhammad Ilham Baktora | Wahyu Turi Krisanti
Senin, 04 Juli 2022 | 15:13 WIB
Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Ternak di Bantul Belum Sepenuhnya Stabil
Sejumlah sapi diperdagangkan di peternakan Segoroyoso, Pleret, Bantul, Senin (4/7/2022). [Suarajogja.id/Wahyu Turi Krisanti]

SuaraJogja.id - Pedagang hewan ternak di Segoroyoso, Pleret, Bantul, Riyanto, mengeluhkan penurunan penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha. Penurunan ini dilandasi wabah PMK yang menjangkit sapi maupun kambing di wilayah Bantul.

"Minat pembelian hewan sapi dan kambing tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena ada wabah PMK. Orang-orang mau membeli jadi takut kalau hewannya terkena PMK atau sudah pernah kena PMK," terang Riyanto, Senin (4/7/2022),

Sementara itu peternak sapi yang tergabung dalam kelompok ternak Sido Mulyo, Segoroyoso, Pleret, Bantul, Parman, mengatakan bahwa hewan di ternak Sido Mulyo sudah mengalami kenaikan terkait tingkat kesembuhan dari wabah PMK.

"Hitungannya sekarang udah sedikit yang kena, beberapa bulan yang lalu banyak sampai 200 hewan yang kena di kelompok ini. Jadi sekarang sudah mendingan," kata Parman.

Baca Juga:Masuk Musim Kemarau, Pemkab Bantul Pastikan Ketersediaan Aliran Air di Bendung-bendung Lancar

Parman juga mengeluhkan bahwa ternak sapi miliknya mengalami penurunan harga maupun penjualan.

"Karena PMK ini sapi yang harganya Rp20 juta keatas turun drastis jadi 1 per 10-nya atau sekitar Rp2 juta. Ya selakunya berapa gitu orang mau beli," tuturnya.

Parman menambahkan bahwa pihaknya telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan hewan ternak yang terjangkit PMK.

"Dari dinas sudah memberi suntik vitamin dan kekebalan, tapi kami juga cari cara lain seperti hewan ternak dikasih telur bebek, obat super tetra dan madu," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan bahwa jumlah ternak yang terpapar PMK terus mengalami penambahan, namun disisi lain jumlah ternak yang sembuh juga bertambah. Peningkatan jumlah ternak yang sembuh juga dikarenakan para peternak memberikan obat tambahan dan makanan atau minuman penambahan nafsu makan pada hewan ternak.

Baca Juga:Gara-gara Charger Aki Mobil, Pangkalan Gas di Bantul Terbakar

"Peternak tidak hanya menggantungkan obat dari petugas DKPP Bantul, namun peran mereka juga mempercepat sembuhnya ternak dari paparan PMK," ujar Joko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak