facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seto Kritik PSSI Terkait Broadcast, Para Pemain Berpotensi Alami Cedera

Galih Priatmojo Senin, 04 Juli 2022 | 19:19 WIB

Seto Kritik PSSI Terkait Broadcast, Para Pemain Berpotensi Alami Cedera
Seto Kritik PSSI Terkait Broadcast, Berpotensi Para Pemain Alami Cedera/Twitter @bb_id_official

Pelatih PSS Sleman memberikan kritikan terhadap jadwal pertandingan Piala Indonesia dan Liga 1 yang dinilainya terlalu mepet dan bisa menyebabkan cedera kepada para pemain.

SuaraJogja.id - Jelang bergulirnya Liga Indonesia dan Liga 1, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro mengaku kaget lantaran lantaran jadwal keduanya berbarengan.

Di sisi lain Seto Nurdiyantoro menyoroti kebijakan pihak federasi yang seolah-olah hanya mementingkan broadcast tanpa melakukan komunikasi dengan klub kontestan Liga Indonesia dan Liga 1. Padatnya jadwal ketika Liga Indonesia dan Liga 1 dimulai, bisa menyebabkan pemain cedera, hal itu sudah terbukti ketika pagelaran Piala Presiden.

"Jadwal cukup padat. Harapan saya, federasi jangan hanya memikirkan broadcast tapi juga coba berkomunikasi dengan klub. Di Piala Presiden saja, banyak pemain yang cedera," ucapnya.

Menurut Seto Nurdiyantoro apa yang terjadi di Piala Presiden semestinya dijadikan pembelajaran. Pertandingan yang tersaji tampak menarik dan bagus bagi pemain muda. Namun Seto menekankan potensi kelelahan dan cedera harus diperhatikan juga oleh pihak federasi.

Baca Juga: Proses Naturalisasi Tetap Dilanjut PSSI, Ini Respons Jordi Amat

"Piala Presiden ini harus jadi pembelajaran. Banyak pertandingan yang menarik. Juga sangat bagus untuk pemain-pemain muda. Hanya, pikirkan juga dengan potensi kelelahan dan cedera para pemain,” ujarnya.

Seperti yang telah diketahui bersama jika Piala Indonesia akan bergulir pada Agustus 2022-Maret 2023. Bergulirnya Piala Indonesia juga beriringan dengan digelarnya Liga 1 musim 2022/2023.

Kritikan yang dilayangkan oleh Seto Nurdiyantoro mendapatkan respon yang sama dari kalangan netizen. Banyak dari mereka yang ikut-ikutan memberikan kritiknya.

"Liga d Eropa aja 3 turnamen blm lg liga Champions nya , ini masih 2 aja udah bilang kelelahan atw apalah ... Gk sanggup atw apa?? Apa gunanya pemain muda klo bukan d kasih jam terbang pas d turnamen kli ini .. ambil positifnya dong coach.." ujar salah seorang netizen.

"Jadwal piala presiden yg bikin kacau..boleh aja sih di buat sbg pramusim,tp gk sepanjang ini juga jadwal nya..dan seharusnya para pelatih di pramusim ini dijadikan ajang mengasah strategi bukan diseriusin layak nya turnamen resmi biar gk kehabisan bensin di kompetisi resmi nya.dan pssi tolong lah untuk liga dan cup buat lah jadwal sebaik mungkin contoh liga eropa yg mana jadwal liga dan cup bisa diatur sedemikian rupa," kata netizen lainnya.

Baca Juga: Ketua Umum PSSI soal Naturalisasi Jordi Amat: Tetap Dilanjutkan Sesuai Arahan Shin Tae-yong

"harusnya si piala Indonesia ni wajib setiap tahun, layaknya Copa Italia di Italia, Copa Del Rey di Spanyol, jadi pelengkap musim," kata netizen yang lain.

Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait