"Untung ada yang baik dari mereka. Ada juga yang menyelamatkan. Sudah lari saja. Ada satu orang yang seperti itu. Dia (KP) nunduk-nunduk sampai ampun gitu. Hampir dikeroyok 5-10 orang," terangnya.
KP yang berhasil keluar dari kantor tersebut lalu dibawa seseorang ke lokasi lebih aman. Sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit JIH untuk mendapatkan pertolongan medis.
Saat ini, disebutkan Heru, anaknya masih mengalami trauma atas peristiwa kerusuhan tersebut. Walaupun memang sudah tidak berada di rumah sakit untuk perawatan.
"Semalam sudah saya bawa pulang. Karena, kan, boleh rawat jalan. Terus kemudian kondisi sesaknya masih ada. Kemudian bangun tidur masih susah. Karena kan mungkin memar di dada dan rusuknya. Dia juga konsumsi obat dari dokter," paparnya.
Baca Juga:Pemkab Sleman dan Para Sesepuh Kelompok Jalani Mediasi Pascakerusuhan di Babarsari
Heru menuturkan akibat kerusuhan itu kantornya mengalami sejumlah kerusakan. Sedangkan kerugian sendiri ditaksir hingga Rp40 juta.
Ditambahkan Heru, ia telah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut ke Polda DIY pada Senin (4/6/2022) sore kemarin. Pihaknya berharap kasus ini dapat ditangani secara tuntas oleh kepolisian.
"Saya berharap aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas kasus ini. Jujur saya prihatin dan kecewa dengan perilaku sejumlah oknum kelompok masyarakat ini, karena sangat merugikan kami yang sama sekali tidak tahu menahu akan persoalan mereka," pungkasnya.