Meski ia sudah berhasil sebagai peternak, Pandi tak pelit membagikan ilmu kepada orang-orang yang bertanya kepadanya. Pembelajar yang datang kepadanya bukan hanya dari Jogja, tetapi juga dari Jepara, Banyumas, Sragen, Karanganyar.
"Ilmu itu kan bermanfaat bagi yang membutuhkan," kata dia.
Seperti Malika, Sapi Dirawat Laiknya Anak Sendiri
Sapi-sapi Pandi bisa tumbuh dengan optimal, sehat dan laku dengan harga fantastis tak lain karena dirawat penuh cinta serta kasih bagaikan anak sendiri.
Baca Juga:Diberi Nama OntoSeno, 5 Potret Sapi Kurban Raffi Ahmad Seberat 1,3 Ton
Selama ini, ia merawat sapi bersama seluruh keluarga dengan berbagi tugas. Ada yang kebagian memberi makan, membersihkan kandang, kontrol kesehatan, memberikan obat dan vitamin. Istri dan anak perempuannya mendapat bagian memasak menu pakan.
"Sulistyo [salah satu nama anaknya] itu sebelum kerja membersihkan kandang. Pulang jam 10.00 WIB atau jam 12.00 WIB dia ngombor," sebut Pandi.
Pakan bagi anabul Pandi dan keluarga tak sembarangan. Singkong tua dan rerumputan segar jadi menu wajib bagi sapi-sapi, pagi dan sore. Bahkan ia punya penjual singkong langganan dan menanam sendiri rumput pakan.
Ia menolak memberi rumput fermentasi atau kering bagi anabul mereka. Pakan bagi sapi wajib rumput segar.
"Setiap hari ambil, siang ini ambil [rumput], sore dikasihkan. Kalau difermentasi saya enggak suka, saya juga tidak memberi konsentrat. Makanan lebih baik yang segar, proteinnya lebih alami," ujarnya.
Baca Juga:Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Beli 20 Ekor Sapi Kurban, Waw!
"Kalau makan sehat, sapinya kan sehat juga," imbuh dia.