facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Muncul Kasus Suspek Cacar Monyet di Jateng, Gubernur Pastikan Hasilnya Negatif

Muhammad Ilham Baktora Kamis, 04 Agustus 2022 | 19:32 WIB

Sempat Muncul Kasus Suspek Cacar Monyet di Jateng, Gubernur Pastikan Hasilnya Negatif
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar juga meminta pemerintah pusat memperketat akses masuk Indonesia untuk mencegah penyebaran cacar monyet.

SuaraJogja.id - Kemunculan suspek virus cacar monyet yang ditemukan di Jawa Tengah sudah dipastikan negatif. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (4/8/2022).

"Kemarin terindikasi satu, tadi hasil PCR-nya negatif," kata Ganjar seperti dikutip Antara, Kamis.

Kendati demikian, orang nomor satu di Jateng itu mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cacar monyet dan tetap menerapkan pola hidup sehat dalam mengantisipasi penyakit tersebut.

Menurut dia, setiap orang yang memiliki gejala mirip cacar monyet harus segera menjalani pemeriksaan sebagai langkah antisipatif.

Baca Juga: Menkes Sebut Ada 1 Suspek Kasus Positif Cacar Monyet

"Semua sekarang kalau ada gejala segera periksa. Itu yang paling penting," ujar Ganjar.

Ganjar juga menginstruksikan jajarannya melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan Kementerian Kesehatan dalam antisipasi penyebaran penyakit cacar monyet.

Mantan anggota DPR RI itu juga meminta pemerintah pusat memperketat akses masuk Indonesia untuk mencegah penyebaran cacar monyet yang sudah muncul di beberapa negara.

"Kami meminta karena ini pasti ada pengaruh dari luar, maka pintu masuk Indonesia masih butuh pengetatan-pengetatan dan checking menggunakan banyak peralatan agar bisa aman," katanya.

Sebagai informasi, cacar monyet adalah suatu penyakit infeksi virus bersifat zoonosis dan jarang terjadi. Beberapa kasus infeksi pada manusia yang pernah dilaporkan terjadi secara sporadis di Afrika Tengah dan Afrika Barat dengan daerah hutan hujan tropis.
 
Secara umum, gejala cacar monyet terlihat dari lesi atau luka pada kulit yang menyebar di seluruh tubuh. Namun, setelah terjadi mutasi, lesi kulit hanya terlihat di beberapa bagian tubuh saja seperti mulut, telapak tangan, muka hingga kaki.

Baca Juga: Bentuk Kelompok Nelayan Pesisir Sulsel, Nelayan Kampung Solo Pangkep Ingin Ganjar Pimpin Indonesia

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait