"Sumber belajar bisa didapatkan mahasiswa bukan hanya dari dari dosen. Tetapi juga dari berbagai sumber lain," sebut dia, di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta, Condong Catur, Depok, Kabupaten Sleman.
Ia menambahkan, di masa sekarang, perubahan pendidikan di PT harus terjadi. Proses pembelajaran saat ini bukan hanya fokus ke mahasiswa. Dosen juga dituntut menjadi mitra yang bisa membimbing dan co-pilot, agar mahasiswa bisa belajar lebih bebas.
Melihat itu, dengan adanya Program Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki hak untuk memperoleh pendidikan di luar program studi selama tiga semester.
Banyak pilihan yang bisa diambil oleh mahasiswa sebelum lulus, yang bisa mengoptimalkan potensi minat dan passion.
Baca Juga:Suara Community Institute Kembali Hadir, Digelar Selama 4 Hari di Kampus II UPN Veteran
Ada sembilan program aktivitas yang bisa dipilih, setara dengan 20 SKS. Program-program tersebut mempunyai peran agar mahasiswa mengenali betul kemauan, kemampuan dan passion. Untuk selanjutnya membantu menuntun mereka menentukan arah menghadapi masa depan, setelah lulus kuliah.
"Jangan [kuliah] lebih dari empat tahun. Karena Indonesia menanti adik-adik semua," demikian motivasi Sri kepada para mahasiswa.
"Optimumkan penggunaan semua fasilitas di UPN Veteran Yogyakarta yang istimewa dan luar biasa. Jadilah agen perubahan bagi sekitar yang baik dan kejar cita-cita," dorongnya.
Ia mengungkap, ada satu ciri khas yang dimiliki oleh kampus UPN Veteran Yogyakarta, yakni militansi bela negara. Militansi ini akan jadi modal besar untuk melakukan terbaik dan semangat luar biasa untuk mewujudkan semua cita-cita mahasiswa di masa depan.
"Semangat itu penting. Tidak cukup kapasitas intelektual, pintar tapi dia tidak punya semangat untuk maju," ujarnya.
Value bela negara UPN membuat semangat tersendiri. Mahasiswa dengan semangat bela negara punya keyakinan bahwa 'saya adalah orang yang saat ini dipercaya untuk membela negara'.