Orasi Ilmiah di PKKBN UPN Veteran Yogyakarta, Plt Direktur Belmawa: Indonesia Menanti Kalian

Ia mengakui, teknologi informasi yang diterapkan dalam pembelajaran di PT tidak bisa menggantikan peran dosen, khususnya berkaitan dengan value dan karakter.

Eleonora PEW
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:07 WIB
Orasi Ilmiah di PKKBN UPN Veteran Yogyakarta, Plt Direktur Belmawa: Indonesia Menanti Kalian
Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof Irhas Effendi saat memberikan jas almamater secara simbolis kepada mahasiswa baru di auditorium kampus, Sabtu (13/8/2022). - (Kontributor SuaraJogja.id/Uli Febriarni)

Irhas mengungkap, mahasiswa baru UPN Veteran Yogyakarta tahun akademik 2022/2023 berasal dari 34 propinsi dari total 37 propinsi yang ada di Indonesia.

Jumlah terbanyak ke-1 sampai dengan ke-5 yaitu (1) DIY, (2) Provinsi Jawa Tengah, (3) Provinsi Jawa Barat, (4) Provinsi Sumatera Utara, dan (5) Provinsi DKI Jakarta.

Ia menyebut, upacara Penerimaan Mahasiswa Baru ini sekaligus menandai dimulainya Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN), yang akan berlangsung hingga 21 Agustus 2022.

Pancasila Bekal Hadapi Disrupsi Di Masa Revolusi Industri 4.0
Mengambil tema 'Membangun Optimisme Bernegara untuk Indonesia Maju pada Era Revolusi Industri 4.0', penanaman nilai-nilai bela negara melalui PKKBN UPN Veteran Yogyakarta tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:Suara Community Institute Kembali Hadir, Digelar Selama 4 Hari di Kampus II UPN Veteran

"Tema HUT ke-77 RI 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat' mengandung makna semangat untuk secepatnya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19," terangnya.

Saat pandemi, kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan oleh rakyat Indonesia di seluruh penjuru tanah air.

Namun di tengah keterpurukan, semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong-royong untuk mewujudkan kemajuan dan kebesaran Indonesia.

"Mari kita bersinergi untuk mencapai percepatan pemulihan kondisi di semua sektor dan siap bangkit menghadapi tantangan global, tantangan revolusi industri 4.0," ucapnya.

Di masa revolusi 4.0, terjadi disrupsi dalam semua aspek kehidupan. Tema peringatan kemerdekaan Indonesia pada tahun ini, mendorong penerapan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempersatukan kita dalam menghadapi tantangan.

Baca Juga:Sebut Ada Pihak Yang Tak Mengerti Konteks Orasi Ilmiah Surya Paloh, Willy Nasdem: Itu Namanya Jaka Sembung Bawa Golok

Dasar-dasar bernegara tersebut telah menuntun untuk pulih lebih cepat, agar siap menghadapi tantangan global dalam era revolusi industri 4.0.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak