Dicurhati Calon Wisudawan UGM Soal Bisnis, Menteri Bahlil Tawarkan Suntikan Modal Puluhan Juta hingga Coaching Clinic

"Jangan jadi karyawan. Jangan pernah bermimpi karyawan dan PNS itu jadi kaya."

Eleonora PEW
Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:08 WIB
Dicurhati Calon Wisudawan UGM Soal Bisnis, Menteri Bahlil Tawarkan Suntikan Modal Puluhan Juta hingga Coaching Clinic
Menteri Investasi Indonesia dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menanggapi pertanyaan dan cerita keluh kesah menjalankan bisnis para wisudawan-wisudawati UGM, di Grha Sabha Pramana, Selasa (23/8/2022). - (Kontributor SuaraJogja.id/Uli Febriarni)

"Ketika satu usaha kamu tekuni, kamu gagal. Jangan pindah dulu ke usaha lain. Karena menekuni sebuah usaha, gagal itu biasa," kata dia.

"Lalu perbaiki terus sampai menemukan kesempurnaan. Kalau ulang nol lagi, bisa gagal kamu. Bisnis itu harus fokus," terangnya.

Kisah lain hadir dari Elsa, yang memiliki toko kelontong sejak 2017, lewat modal awal dari orang tuanya, sebanyak Rp12,5 juta.

Tujuan Elsa membangun toko kelontong diprakarsai keinginannya membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga:Inilah Kampus yang Memberi Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Mohammad Hatta

"Karena saya tinggal di pegunungan dan barang-barang yang ke sana biaya distribusi mahal. Jadi harganya semena-mena (sangat tinggi)," ujarnya.

"Saya sudah lima tahun menjalankan usaha dan masih usaha mikro kecil menengah (UMKM). Saya butuh motivasi, trik tidak ingin stuck menjadi UMKM saja tapi menengah," sebut perempuan 26 tahun itu.

Usaha yang ia miliki ini, punya omzet Rp15 juta per hari, bahkan di masa puncaknya ia bisa mengumpulkan Rp500 juta dalam sebulan.

"Saya hanya ambil keuntungan 5 persen saja. Untuk perputaran barang, saya rela berbelanja dua kali sepekan agr hemat gudang dan persediaan saya juga terbatas," sebut Elsa lagi.

Dari cerita Elsa, Bahlil memberi pesan bahwa menjadi pengusaha diawali pengusaha kecil, naik, lalu bisa jatuh.

Baca Juga:Viral, Aksi Mahasiswa Baru UGM Bentangkan Poster Wadas Melawan ke Ganjar Pranowo, Publik: Panitia Ospek Ketar-ketir

"Sedangkan tugas berat seorang pengusaha adalah bangkit setelah terjatuh," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak