SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Sleman mencari konselor kesehatan untuk sebaya, lewat ajang Duta Kesehatan 2022.
Kepala Bidang Bagian Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Esti Kurniasih mengungkap, ajang ini rutin tiap tahun diselenggarakan namun sempat berhenti pada dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19. Beberapa pelonggaran yang ada, mendorong Dinkes pada akhirnya kembali menghelat kegiatan ini, secara luring.
Walaupun secara umum tak ada perbedaan signifikan, namun jenjang usia Duta Kesehatan saat ini lebih jauh ketimbang tahun lalu. Bila sebelumnya, usia peserta yang bisa ikut maksimal 22, kini menjadi 18-24 tahun.
"Gap usia antara usia SMA dan kuliah, secara tidak langsung menjadi kendala seorang konselor sebaya saat berkomunikasi di lapangan. Nah, dengan perluasan rentang usia peserta, kami juga ingin menyasar yang sudah kuliah, jadi lebih nyaman saat sesi bersama yang sudah kuliah juga," ucapnya, di sela kegiatan, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga:Dinkes Sleman Akui Belum Bisa Tuntaskan TBC, Angka Kebal Obat Meningkat
Tugas Duta Kesehatan tidak mudah dan cenderung mengalami perubahan. Bila sebelumnya mereka bertugas menjadi konselor sebaya dan mempromosikan untuk pencegahan penyakit menular, mereka di masa kini juga mendapat tugas turut berpartisipasi menekan angka penyakit tidak menular.
"Penyakit tidak menular banyak disebabkan oleh perilaku. Pada Duta Kesehatan diharapkan menjadi agen perubahan perilaku. Perilaku adalah sesuatu yang sulit diubah, tak semudah membalik telapak tangan. Kami ingin mereka ambil peran," tambahnya.
Jumlah penderita penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung dan kolesterol mulai bergeser bukan hanya diderita usia 40 tahun ke atas, melainkan remaja dan usia produktif.
Perilaku tidak menerapkan gaya hidup sehat menjadi penyebab utama jumlah penderita penyakit-penyakit tadi terus mengalami peningkatan. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan, bahwa pencegahan dan membangun perilaku hidup lebih baik harus dimulai sejak awal. Tak terkecuali saat masih remaja.
"Kalau tidak diberdayakan dari awal, 10-15 tahun kemudian kita akan panen [jumlah penderita penyakit tidak menular]," ungkapnya.
Baca Juga:Sebanyak 161 Kasus DBD Terjadi di Sleman, Pasien Usia 8 Tahun Meninggal Dunia
Duta Kesehatan juga akan diminta turut mempromosikan dan meningkatkan penerapan program Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok (Gas Bro). Mengingat, dari hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Sleman, tercatat bahwa, dari total 8.000 sampel anak usia 10-18 tahun di bumi sembada, ada 10,5% di antaranya sudah merokok.