Dampak Perbaikan Selokan Mataram Berimbas 293 Ha Pertanian Tak Produktif, DP3 Klaim Sudah Siap Risiko

Pram tak menampik adanya perbaikan Selokan Mataram berpengaruh dalam pada kegiatan usaha tani tanaman pangan

Galih Priatmojo
Selasa, 13 September 2022 | 15:04 WIB
Dampak Perbaikan Selokan Mataram Berimbas 293 Ha Pertanian Tak Produktif, DP3 Klaim Sudah Siap Risiko
Salah satu titik area Selokan Mataram yang dikeringkan, di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (9/8/20220).(kontributor/uli febriarni)

SuaraJogja.id - Saluran Selokan Mataram yang dibangun pada 1909 diperbaiki sejak awal Agustus 2022. Perbaikan pada saluran sepanjang 30,8 Km itu menyebabkan kekeringan di sumber air warga. Namun kekinian, pengeringan juga berimbas pada pertanian dan perikanan. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono menjelaskan, idealnya Selokan Mataram yang melintasi dari ujung barat Sleman hingga paling timur memiliki ukuran antara 2-6 meter itu mampu mengairi 15.734 Ha persawahan di sepanjang alirannya. Di sisi lain pihaknya menyadari, bangunan Selokan Mataram sudah cukup tua sehingga perlu segera diperbaiki. 

"Apabila terlambat melakukan rehab, justru akan memperparah titik-titik bocor dan banjir. Dengan dilakukannya perbaikan dan pembenahan, maka saat ini Selokan Mataram dimatikan selama tiga bulan," jelasnya, Selasa (13/9/2022)

Pram tak menampik adanya perbaikan Selokan Mataram berpengaruh dalam pada kegiatan usaha tani tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan. Tercatat, ada lahan sawah sebesar total 544 Hektare (Ha) dan kolam ikan 230.120 meter persegi, yang terkena dampak akibat dimatikannya saluran warisan kebijakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX itu. 

Baca Juga:Jelang Laga Tandang ke Markas Persikabo, PSS Sleman Dapat Angin Segar

"Dari jumlah 544 Ha tersebut yang bero (tidak ditanami) ada 293 Ha. Sementara itu seluas 251 Ha yang di ada di Purwomartani, Tirtomartani dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan ditanami palawija, umur sekitar satu sampai dua bulan," terangnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan budidaya pertanian baik dalam pengembangan tanaman pangan, holtikultura, peternakan maupun perkebunan, ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis. Tanpa adanya dukungan ketersediaan air yang sesuai dengan kebutuhan baik dalam dimensi jumlah, mutu, ruang maupun waktunya, maka dapat dipastikan kegiatan budidaya tersebut akan berjalan dengan tidak optimal.

Hanya saja, beberapa bulan sebelum jaringan air Selokan Mataram dimatikan, DP3 sudah menyosialisasikannya kepada petani/kelompok tani yang akan kena dampaknya. Dengan demikian mereka menjadi lebih siap menghadapi risiko tersebut. 

"Dengan dilakukannya pemutusan aliran air Selokan Mataram, maka sebagian petani/Poktan yang sudah siap menanam padi terpaksa menunda menanam padi. Atau mereka mengalihkan pada tanaman palawija dan hortikultura, yang tidak terlalu banyak membutuhkan air," sebut eks Panewu Cangkringan itu.

Beberapa Poktan yang sudah memiliki sumber air dan pompa air bisa mengantisipasi masalah ini. Namun ada juga petani/Poktan yang tetap membiarkan tanahnya menjadi bero/tidak produktif, kata dia.

Baca Juga:Driver Ojol Beri Jalan ke Bocah yang akan Menyeberang Banjir Pujian, Pemuda Dibacok di wilayah Berbah Sleman

Melihat kondisi ini, dalam menanggulangi kekeringan apabila Selokan Mataram sewaktu-waktu diperbaiki atau rusak, maka perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya embung dan sumur ladang. Sehingga air tetap tersedia untuk mendukung aktivitas pertanian dan perikanan di Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, dampak dikeringkannya Selokan Mataram pada awalnya berdampak pada 15 KK di Padukuhan Susukan II, Kapanewon Seyegan. BPBD sampai kemudian mengirimkan dropping air ke lokasi kekeringan. Namun, kekeringan meluas hingga ada 81 KK terdampak, terhitung hingga Minggu (11/9/2022).
 
Ia menjelaskan, bukan hanya pertanian dan kebutuhan harian masyarakat, kekeringan juga berdampak pada kurangnya ketersediaan air bagi ternak sapi. Misalnya ada 39 ekor sapi terdampak di Padukuhan Tangisan dan di Jambean 19 ekor.

BPBD Sleman menyebut, droping air juga akan terus dilakukan jika warga masih kesulitan air bersih selama penutupan selokan.

Kontributor : Uli Febriarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak