Kandang Ternak Terbakar, Sebanyak 1500 Ayam Milik Warga Playen Mati Terpanggang

peristiwa kandang ayam yang terbakar terjadi pada Senin dini hari

Galih Priatmojo
Senin, 17 Oktober 2022 | 16:18 WIB
Kandang Ternak Terbakar, Sebanyak 1500 Ayam Milik Warga Playen Mati Terpanggang
Petugas damkar melakukan proses pemadaman terhadap kandang ayam milik warga Playen Gunungkidul yang terbakar, Senin (17/10/2022).

SuaraJogja.id - Sebuah kandang ayam broiler di Dusun Srikoyo Kalurahan Bleberan Kapanewon  Playen Gunungkidul terbakar. Ribuan Ayam mati terpanggang dan sebagian kandang serta gudang juga ludes terbakar.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada hari  Senin (17/10/2022) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu kandang dalam keadaan kosong tidak ditunggui oleh pemiliknya, Sunanto (42) pulang ke rumah.

"Kandang memang tidak dijaga karena pemiliknya pulang ke rumah setiap malam,"kata dia, Senin.

Tidak ada yang tahu kapan pastinya kebakaran tersebut terjadi. Karena ketika diketahui api sudah membesar meski belum membakar seluruh kandang. Api sudah membakar sekira sepertiga dari kandang tersebut.

Baca Juga:Pakai Plat Gelap, Mobil Dinas Kepala PUPR Gunungkidul Ditilang Polisi

Kebakaran tersebut bermula ketika hari minggu (16/10/2022) malam sekira pukul 22.00 WIB, pemilik kandang  menyalakan tungku penghangat kandang ayam. Tungku penghangat yang korban gunakan memang masih tradisional.

"Tungkunya masih menggunakan arang sebagai bahan bakarnya,"terang dia.

Setelah menyala, korban kemudian pulang ke rumah untuk istirahat. Dan memang setiap malam kandang selalu ditinggal tanpa penjagaan. Pemilik baru datang ke kandang keesokan harinya 

Pagi tadi, Sunanto datang ke kandang sekitar pukul 04.00 WIB sdr untuk mengecek kondisi tungku penghangat.  Namun ketika sampai di kandang ternyata sudah mendapati kandang dan gudang penyimpanan pakan serta arang  dalam keadaan terbakar.

"Korban kemudian berteriak minta tolong dan masyarakat berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya,"terang dia.

Baca Juga:Terdampak Harga Kedelai Impor yang Makin Melambung, Perajin Tahu di Gunungkidul Menjerit

Saat itu, posisi pompa air sedang bermasalah sehingga proses pemadaman mengalami hambatan. Api kemudian dengan cepat membesar apalagi material kandang juga mudah terbakar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak