Melihat Sejarah Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Bangunan Cagar Budaya yang Berusia 200 Tahun Lebih di Yogyakarta

Berdasarkan dari catatan sejarah, bangunan ini dibangun pada medio 1792.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 01 November 2022 | 20:35 WIB
Melihat Sejarah Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Bangunan Cagar Budaya yang Berusia 200 Tahun Lebih di Yogyakarta
Kompleks Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Sleman, DIY. [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

SuaraJogja.id - Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo dikabarkan menjadi salah satu alternatif tempat pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono. Pendopo itu bahkan sudah dikunjungi langsung oleh sang ayah Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Tidak semata-mata dipilih begitu saja, Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo sendiri sarat sejarah. Dari sejarahnya saja tempat ini diketahui sebagai Pesanggrahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Bangunan ini merupakan cagar budaya dan menjadi salah satu bangunan utama dari kesatuan kompleks Pesanggrahan Kedhaton Ambarrukmo. Awalnya dulu dibuat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II, kemudian dilanjutkan dan dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono V.

Hingga kemudian disempurnakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Pemberian nama sendiri juga berdasarkan keputusan Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang memilih untuk menempati tempat ini.

Baca Juga:Soal Kelanjutan Pendopo Agung Jadi Venue Nikah Kaesang-Erina, Begini Kata GM Royal Ambarrukmo

Pada 27 Oktober 1920, Sri Sultan Hamengku Buwono VII mengajukan mundur atau berhenti menjabat sebagai Sri Sultan melalui surat pengunduran diri. Setelah resmi turun tahta,
beliau kemudian memutuskan untuk tinggal di Pesanggrahan Ambarrukmo.

"Tapi sebelum ini, ada alun-alun, pendopo, sama ini sudah ada. Ini sudah mulai sejarahnya dari (Sri Sultan) HB II, dulunya di sini memang waktu itu orang dari Solo yang datang mau ketemu sama raja," kata General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Herman Courbois kepada awak media, Selasa (1/11/2022).

"Sebelum mereka masuk ke Keraton mereka sudah kumpul di depannya alun-alun atau di pendopo. Sekarang masih berdiri alun-alun masih ada, pendopo, dalem agung sama bale kambang," sambungnya.

Dibangun di medio 1792

Berdasarkan dari catatan sejarah, bangunan ini dibangun pada medio 1792. Dalam artian kini bangunan tersebut telah berusia sekitar 230 tahun.

Baca Juga:Rumah Tangga Syahrini Diisukan Retak, Akhirnya Kembali Terungkap Alasan Reino Barack Menikahinya

Suasana salah satu sudut kompleks Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Sleman. [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]
Suasana salah satu sudut kompleks Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Sleman. [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

Kendati sudah mencapai umur ratusan tahun, keaslian arsitektur bangunan masih tampak terjaga dengan baik. Mulai dari pendopo, Ndalem Ageng hingga Bale Kambang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak