SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejumlah sejumlah guguran lava dalam sepekan terakhir.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan aktivitas tersebut tercatat pada periode 16 hingga 22 Desember 2022.
"Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 3 kali ke arah barat daya tepatnya di hulu Kali Bebeng dan Kali Sat atau Putih dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (23/12/2022).
Selain itu, suara guguran juga sempat terdengar sebanyak 4 kali dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil hingga sedang. Dalam pekan ini, kata Agus, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan dari kubah barat daya dan kubah tengah.
Baca Juga:Kondisi Terkini Gunung Merapi, Masih Luncurkan Belasan Lava Pijar Dalam Sepekan
"Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 meter kubik, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik," ujarnya.
Kendati demikian dari catatan BPPTKG intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Terutama untuk kegempaan guguran dan vulkanik dalam.
BPPTKG mencatat dalam sepekan terakhir ini kegempaan Gunung Merapi di antaranya tercatat 591 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 94 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 286 kali gempa Fase Banyak (MP), 211 kali gempa Guguran (RF), 6 kali gempa Hembusan (DG), dan 8 kali gempa Tektonik (TT).
"Terkait dengan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam sebesar 1,3 cm per hari," ucapnya.
Pada minggu ini dilaporkan juga sempat terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 32 mm/jam. Hujan terjadi selama 225 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 22 Desember 2022 kemarin.
Baca Juga:Gegara Hal Ini, Museum Gunung Merapi Ditutup Setengah Tahun
"Namun tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ucapnya.
- 1
- 2