Ekonomi Membaik, Pengusaha Kerajinan dan Mebel DIY Ogah Disebut Miskin se-Jawa

Menurut Timbul, perekonomian DIY pasca pandemi COVID-19 terus mengalami pemulihan.

Galih Priatmojo
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:04 WIB
Ekonomi Membaik, Pengusaha Kerajinan dan Mebel DIY Ogah Disebut Miskin se-Jawa
Peluncuran JIFFINA 2023 di Yogyakarta, Selasa (24/01/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

"Setiap produksi mencari buyer, buyernya juga mencari produksi. Seperti pasar amerika, eropa, dan timur tengah,  india, korea justru pasar naik," tandasnya.

Hal senada disampaikan Committee JIFFINA 2023 Agus Imron yang menyampaikan angka kemiskinan yang tinggi di DIY harus dilihat dari kacamata siapa. Kalau dari kacamata pengusaha dan industri kreatif, DIY bukanlah propinsi termiskin di Jawa.

"Semua sektor di diy kan bergerak, sebagai kota kreativitas kan miskin itu tidak ada. Tapi kan beda cara pandang seniman, pengusaha dengan pemerintah," ungkapnya.

Dari pengalaman JIFFINA 2022 yang digelar Agustus lalu, transaksi pameran tersebut bisa menembus 24 juta US$. Sekitar 2.000 buyer atau pembeli datang untuk bertransaksi selama pameran.

Baca Juga:Masuk Wilayah KLB Campak, Dinkes DIY Catat 48 Kasus Sepanjang Tahun 2022

Padahal pada saat itu konflik perang Ukraina dengan Rusia baru saja berjalan. Tren pandemi pun masih cukup tinggi.

"Karenanya tahun ini semuanya harus kerjasama. Apalagi pariwisata pulih, buyer kita terus datang. Semua harus terlibat, sinerginya disitu, tidak bisa sendiri-sendiri[mengatasi kemiskinan]," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak