Sejak November 2022 Hingga Juni Kemarin, 5 Sapi di Semanu Mati Terpapar Antraks

Salah satu lurah yang warganya meninggal karena terpapar antraks meminta agar semuanya dilakukan dengan hati-hati.

Galih Priatmojo
Selasa, 04 Juli 2023 | 20:15 WIB
Sejak November 2022 Hingga Juni Kemarin, 5 Sapi di Semanu Mati Terpapar Antraks
Vaksin sapi antraks. (Suara.com/Putu)

SuaraJogja.id - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menyebut sejak laporan pertama antraks pada sapi di bulan November 2022 lalu, hingga Juni kemarin mereka mencatat ada 5 kasus sapi yang positif dan mati. 5 sapi tersebut semuanya berasal dari Kapanewon Semanu.

Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, sejak kasus tersebut muncul pihaknya telah melakukan pengetatan pergerakan sapi di Semanu, termasuk ketika idul adha kemarin. Pihaknya telah melakukan pembatasan lalu lintas ternak di Kapanewon Semanu. 

"Langkah ini kami lakukan untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis itu,"terangnya. 

Dia menyebut Sapi yang bergejala antraks juga sudah ditangani. Di mana DPKH langsung memberikan antibiotik dan vaksin. Pihaknya juga mengusahakan maksimal antraks ini tidak sampai menyebar ke kapanewon lain sampai benar-benar zero kasus. 

Baca Juga:Bayang-bayang Antraks Sirna di Musim Hajatan, Harga Daging Sapi Melonjak

Salah satu lurah yang warganya meninggal karena terpapar antraks meminta agar semuanya dilakukan dengan hati-hati. Karena persoalan sapi ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan juga ekonomi masyarakat.

"Jadi kami meminta Pemda untuk hati-hati sekali. Karena ini menyangkut ekonomi dan psikologis peternak,"kata lelaki ini sembari meminta identitas kelurahan dan dirinya untuk dirahasiakan.

Menurutnya, persoalan ternak ini memang sangat sensitif karena hampir semua masyarakatnya memiliki hewan peliharaan. Karena sapi ataupun kambing merupakan salah satu tabungan dari masyarakat.

Dia membenarkan ada warganya yang meninggal karena terpapar antraks. Namun berdasarkan penelusuran dari kelurahan, yang bersangkutan itu mengkonsumsi daging sapi sudah cukup lama yaitu akhir tahun lalu.

"Itu sudah lama kok. Tapi benar karena antraks,"terangnya.

Baca Juga:Sudah 19 Tahun Jadi Wilayah Bebas Antraks, Sleman Tak Mau Lengah

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak