Menjaga Kesehatan Mental Remaja Demi Estafet Kesuksesan di Masa Depan

"Selama ini, kesehatan mental memang kurang diperhatikan dengan serius," ujar Ratih.

M Nurhadi
Selasa, 31 Oktober 2023 | 10:39 WIB
Menjaga Kesehatan Mental Remaja Demi Estafet Kesuksesan di Masa Depan
Puskesmas Godean 2 memberikan pengarahan terkait kesehatan mental kepada pelajar [Suara.com/Hadi/Ist]

SuaraJogja.id - "Kesehatan jiwa seringkali dianggap sebelah mata, terutama di kalangan pelajar. Padahal, jika masalah ini dibiarkan, bukan tidak mungkin bisa bertambah berat. Perlu adanya solusi yang tepat agar pemecahan masalah kesehatan jiwa bisa tertangani secara maksimal," kata Kasubbag TU Puskesmas Godean 2, Anang pada Senin (30/10/2023) lalu.

Menyadari pentingnya aspek ini, program Mata Hati yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman jadi salah satu terobosan unggulan sekaligus bukti keseriusan institusi itu terkait kesehatan jiwa, terutama untuk kalangan pelajar dan pekerja.

"Program mata hati merupakan singkatan dari masyarakat tangguh sehat jiwa. Tidak hanya menyasar remaja saja, program ini juga menangani masalah kejiwaan secara umum di masyarakat," kata psikolog Puskesmas Godean 2, Ratih Ary Nurani saat berbincang dengan Redaksi Suara.com pada Senin (30/10/2023).

Tidak hanya memberi penanganan masalah kejiwaan, sambung Ratih, Puskesmas juga turut hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa.

Baca Juga:Jordi Onsu Salahkan Gen Z Gerai Geprek Bensu Banyak yang Tutup, karena Rentan Alami Masalah Kesehatan Mental?

"Kami memberi pengetahuan skrining awal, agar mereka bisa mendampingi pasien bersama dengan kader puskesmas secara mandiri sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit," ujar dia.

Ilustrasi kesehatan mental anak.(Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan mental anak.(Shutterstock)

Program yang sudah berjalan sejak 2018 ini, terus berkembang hingga enam tahun sejak pertama kali digaungkan. Keterampilan tidak hanya diajarkan kepada satu dua kelompok saja, tapi juga ke masyarakat tanpa terkecuali.

"Hal ini memudahkan masyarakat untuk turut memonitor kondisi kesehatan pasien hingga ia dinyatakan boleh keluar dari RS," ujar dia.

Sinergi Puskesmas Godean 2 bersama masyarakat tersebut, membuktikan bahwa penanganan kesehatan jiwa tidak hanya bisa dilakukan oleh para ahli. Melainkan juga semua pihak, agar orang dengan gangguan jiwa turut mendapatkan hak yakni perawatan yang baik.

Ratih menuturkan, Puskesmas Godean 2 saat ini sudah mengembangkan layanan daring dan konsultasi terkini yang bertujuan membantu masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan dukungan menangani pasien dengan gangguan jiwa.

Baca Juga:Pelihara Hewan Dapat Bantu Kesehatan Mental Pemiliknya, Ini Alasannya Menurut Influencer Sharon Matsuda

"Kita juga menerima laporan melalui dm atau pesan online di akun media sosial kami," sambung dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak