Diterapkan Sejak 2016, Nyamuk Wolbachia Diklaim Efektif Tekan Angka Kasus DBD hingga Anggaran Fogging

Pada 2016 lalu kasus DBD terus menurus menurun.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 22 November 2023 | 20:15 WIB
Diterapkan Sejak 2016, Nyamuk Wolbachia Diklaim Efektif Tekan Angka Kasus DBD hingga Anggaran Fogging
Ilustrasi Nyamuk (peexels/igor khan)

SuaraJogja.id - Nyamuk Wolbachia ternyata cukup efektif dalam mengendalikan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogyakarta. Sebagai kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi ini angka kasus DBD di wilayah tersebut berangsur menurun.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menuturkan bahwa sejak nyamuk Wolbachia diterapkan di Kota Jogja pada 2016 lalu kasus DBD terus menurus menurun. Hingga mencatatkan rekor terendah pada 2023 di angka 67 kasus.

"Pada tahun 2016 jumlah kasus di Kota Yogyakarta masih sangat tinggi, mencapai lebih dari 1.700 kasus. Tahun 2023 sampai pada minggu lalu tercatat hanya di angka 67, terendah sepanjang sejarah di Kota Yogyakarta," kata Lana di UGM, Rabu (22/11/2023).

Hal itu tentu didukung dengan sejumlah upaya lain dalam menekan angka kasus DBD. Mulai dari pemberantasan nyamuk dengan 3M dan jumantik.

Baca Juga:Kecanduan Judi Online, Seorang Pria asal Sleman Nekat Gelapkan Motor Temannya

"Penurunan kasus ini tidak terlepas dari intervensi program nyamuk ber-Wolbachia yang dilakukan sejak tahun 2016 sampai saat ini," ucapnya.

Teknologi nyamuk ber-Wolbachia di Indonesia sendiri merupakan hasil riset oleh World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, yang merupakan kolaborasi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Monash University, dan Yayasan Tahija.

Implementasi teknologi mutakhir ini di Kota Yogyakarta dilakukan melalui penitipan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di habitat alaminya di lingkungan masyarakat. Didukung pula dari Dinas Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Lana menuturkan bahwa berkat penerapan program WMP pengendalian DBD di Kota Yogyakarta kini berjalan lebih efektif. Seiring dengan tren penurunan angka kasus dan tingkat rawat inap.

Kondisi tersebut lantas berdampak pada kebutuhan akan intervensi fisik berupa pengasapan atau fogging menjadi berkurang. Penggunaan anggaran pemerintah daerah untuk penanganan DBD pun menjadi lebih efisien.

Baca Juga:Kasus Demam Berdarah di Kota Jogja Meningkat, Dua Orang Meninggal Dunia

"Ada sejumlah anggaran yang bisa kami alokasikan ke penanganan penyakit lainnya," ucapnya.

Apresiasi terhadap program ini juga datang dari kalangan tokoh masyarakat. Salah satunya tokoh masyarakat Kelurahan Cokrodiningratan, Totok Pratopo.

Disampaikan Totok, sebelum penerapan program WMP, kondisi penyebaran DBD di kampung tersebut bisa dibilang memprihatinkan. Kasus baru selalu muncul menjelang akhir tahun, bahkan hingga mengakibatkan kematian.

"Kampung di pinggir Kali Code sebenarnya memiliki potensi yang tinggi karena tingkat kebersihan lebih rendah dan banyak genangan. Bersyukur teknologi ini ditemukan. Hari ini kampung saya Jetisharjo nol kasus. Tidak ada yang sampai masuk rumah sakit dan meninggal, ini sungguh melegakan bagi kami masyarakat," kata Totok.

Totok tak memungkiri jika teknologi ini memang sulit untuk dipahami masyarakat awam. Hal itu yang mungkin membuat sejumlah orang sempat meragukan efektivitas program yang diterapkan.

"Selama ini kita diajarkan untuk memberantas nyamuk, sekarang justru mau menyebarkan nyamuk," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak