Soal Netralitas dalam Pilpres, Begini Respon Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY

Diketahui hampir semua calon peserta pilpres pada tahun depan pernah berkuliah di UGM.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 26 November 2023 | 12:50 WIB
Soal Netralitas dalam Pilpres, Begini Respon Pimpinan Perguruan Tinggi di DIY
Daftar Perguruan Tinggi Negeri Yang Tidak Pungut Uang Pangkal. (ugm.ac.id)

SuaraJogja.id - Para aparatur negara (ASN) dilarang keras terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam Pilpres 2024 mendatang. Hal itu sudah diatur sesuai dalam peraturan perundang-undangan.

Tak hanya aparatur negara saja yang diimbau untuk menjaga netralitas. Perguruan tinggi secara kelembagaan pun diminta tak ikut dalam pusaran politik praktis.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia tak menampik pentingnya menjaga netralitas di lingkungan akademik. Terlebih sudah ada aturan yang juga mendasarinya.

"Saya kira itu sudah sesuatu hal yang on the date ya karena di dalam aturan yang sebelumnya itu kan juga sudah disebutkan. Jadi itu menjadi suatu ya memang hal yang dijalankan, tidak perlu disebutkan dalam deklarasi ini. (Komitmen) tetap," kata Ova dikutip Minggu (26/11/2023).

Baca Juga:Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta di DIY Kesulitan Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Kendalanya

Terkait dengan pengawasan sendiri, disampaikan Ova, sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang siap untuk dijalankan oleh UGM. Tidak terkecuali seluruh perguruan tinggi lain yang juga menganut SOP yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti.

"Ini saya kira sudah ada SOP yang dijalankan dan semua perguruan tinggi mengikuti dari SOP yang sudah dibuat dan diedarkan oleh Dikti," ujarnya.

Seruan pemilu damai ini sekaligus menjadi momentum penguatan terkait hal tersebut. Selain juga ada isu-isu lain yang perlu dijaga dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Tercatat ada pimpinan dari delapan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan seruan pemilu damai di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (24/11/2023) kemarin. Seruan ini disampaikan dalam rangka mendorong agar kampanye berjalan dengan damai, bermartabat, dan berkualitas.

"Saya kira ini bentuk penguatan, karena sesuatu yang benar itu harus disuarakan. Sehingga saya kira ini bentuk penguatan yang supaya bisa disebarkan ke masyarakat luas," tegasnya.

Baca Juga:Jelang Tahun Politik 2024, Rektor 32 Perguruan Tinggi di Yogyakarta Serukan Pemilu Berkualitas dan Demokrasi Bermartabat

Diketahui hampir semua calon peserta pilpres pada tahun depan pernah berkuliah di UGM. Mulai dari Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ganjar Pranowo, serta Mahfud MD.

Universitas Islam Indonesia (UII) turut mendapat sorotan tentang netralitas. Mengingat cawapres Mahfud MD juga pernah menempuh pendidikan di salah satu kampus tertua di Indonesia itu.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid tak memungkiri bahwa semua orang di kampus memiliki preferensi dukungan masing-masing. Namun sebagai institusi, UII dipastikan akan tetap netral.

"Di kampus ada ya yang mendukung semua calon. Kita berikan ruang untuk itu, kita saling menghargai, selama itu dikemas dalam diskusi akademik tidak ada masalah. Tetapi UII sebagai institusi tidak mungkin kita menyatakan mendukung satu kandidat, karena UII sangat beragam warna warni dan semuanya kita berikan ruang untuk bertumbuh," ungkap Fathul.

Terkait aturan, Fathul menegaskan sudah ada sejak lama. Terkait dengan larangan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Kami sudah sangat dewasa, sudah sangat lama, bahkan kami sudah punya aturan sebelum negara ada, keterlibatan di partai politik praktis itu dilarang di UII," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak