"Isu-isu liar di luar sana seperti orang tua saya yang menjadi caleg partai politik, kemudian saya yang dianggap merupakan anggota partai politik dan agenda diskusi kemarin yang menjadi ajang titipan isu bagi entitas politik tertentu semuanya adalah tidak benar adanya," paparnya.
"Perlu diketahui bapak ibu saya adalah guru di salah satu kota di Jawa Tengah dan statusnya sebagai PNS. Jadi tidak mungkin terafiliasi dengan partai, anggota partai atau bahkan ikut berkontestasi dalam pemilu 2024," imbuhnya.
Selain memberikan penjelasan terkait tidak benarnya isu-isu miring usai acara tersebut, Gielbran turut meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas kegaduhan yang ditimbulkan usai acara diskusi itu. Mengingat nama UGM ikut terseret di dalamnya.
"Kami meminta maaf apabila diskusi kemarin menimbulkan kegaduhan yang berdampak secara langsung kepada institusi UGM," tandasnya.