Hidup Segan Mati Tak Mau, Pemda DIY Ogah Membeli Saham PT Primissima

"Ya Primissima itu sepertinya hidup segan mati tak mau. Dari dulu kok tak pernah selesai. Mestinya tak merugikan karyawan," kata Sri Sultan HB X merespon kondisi Primissima.

Galih Priatmojo
Selasa, 09 Juli 2024 | 19:24 WIB
Hidup Segan Mati Tak Mau, Pemda DIY Ogah Membeli Saham PT Primissima
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengomentari PT Primissima di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (09/7/2024). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Gubernur DIY Sri Sultan HB X angkat suara terkait polemik PT Primissima yang terletak di Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta. Sultan tak ingin campur tangan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terancam ditutup dan sempat didemo karyawannya tersebut.

Apalagi menawar kembali saham PT Primissima untuk dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebab perusahaan negara yang bergerak di sektor produksi tekstil tersebut dalam tahap hidup segan mati tak mau.

"Kami tidak berani untuk nawar lagi menjadi BUMD seperti tujuh-delapan yang lalu. Karena dengan begini nanti diambil alih juga saya pusing juga," papar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (09/7/2024). 

Mengaku prihatin dengan kondisi para karyawan, Sultan mendapatkan informasi bila perusahaan tersebut bermasalah sejak lama. Bahkan PT Primissima disebut selalu merugi namun tidak ada perbaikan manajemen dan operasional perusahaan. 

Baca Juga:32 Tambang di DIY Disinyalir Ilegal, Sultan: Ditutup Saja, Kenapa Takut?!

Karenanya Pemda DIY tidak berani mengambil resiko untuk membeli saham perusahaan tersebut. Meski demikian, Sultan berharap polemik PT Primissima tidak merugikan karyawannya.

"Ya Primissima itu sepertinya hidup segan mati tak mau. Dari dulu kok tidak pernah selesai. Mestinya tidak merugikan karyawan. Memang dari awal tidak tahu kenapa tidak diselesaikan. Jangan sampai karyawan itu dirugikan," tandasnya. 

Sebelumnya Kementerian BUMN berencana menutup sejumlah BUMN yang terus merugi pada tahun ini. Tercatat sebanyak 14 BUMN yang dinilai bermasalah, salah satunya PT Primissima yang akan ditutup operasionalnya.

Sejumlah 15 karyawan pun sempat berunjuk rasa karena tidak menerima gaji selama berbulan-bulan hingga berjumlah sekitar Rp108 juta. Tunggakan BPJS dari 2020 silam pun juga belum terbayarkan.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Jabatan Dirut PT Taru Martani Kosong Pasca Nur Achmad Affandi Tersandung Korupsi, Tiga Nama Pengganti Mencuat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak