Diungkapkan Aditya, dua orang tersebut memang diduga kuat merupakan penghuni asrama. Polisi pun akan melakukan pemeriksaan kepada para penghuni asrama untuk menemukan pelaku.
"Iya dicurigai dari penghuni asrama, karena dari cctv kelihatan keluar dari asrama. Ya kami adakan pendalaman penyelidikan terkait dari penghuni asrama yang membawa sajam tersebut, tetap akan kami proses," tandasnya.
Dia menyebut tidak ada hubungan antara pelaku dan korban sebelumnya. Korban memang hanya kebetulan saja lewat jalan tersebut dan panik melihat aksi kedua orang itu.
"Sementara tidak ada, ketemu di jalan saat itu ada beberapa kendaraan yang setelah ada dua orang mengacungkan senjata tajam di jalan berbalik arah. Namun untuk korban langsung mengambil sebelah kiri dan melewati dan pada akhirnya menabrak pembatas jalan di depan hotel," terangnya.
Korban Tak Pakai Helm
Berdasarkan pemeriksaan pula, Aditya mengungkap bahwa kedua korban tidak memakai helm saat kejadian tersebut. Posisi korban meninggal memang membonceng tapi berada di depan si pengendara.
"Jadi yang bersangkutan (kedua korban) itu hasil pemeriksaan tidak menggunakan helm. Jadi posisinya yang dibonceng atau korban itu di depan, ini Vespa yang depan tuh yang untuk anak kecil itu, nah yang bersangkutan (ULF) jongkok di situ tidak menggunakan helm," ucapnya.
"Hasil pemeriksaan dari pengendara. Kenapa tidak pakai helm dan duduk di depan, untuk menghindari adanya cegatan karena yang bersangkutan dua-duanya tidak menggunakan helm. Jadi mungkin pada posisi itu tidak bisa mengendalikan secara baik sehingga dengan kecepatan tinggi menabrak pembatas jalan," sambungnya.
Baca Juga:Mobil Pelat Merah Sarat Penumpang Terguling Dua Kali Usai Gagal Dahului Truk di Jalan Wonosari