Lebih dari 200 Anak di Jogja Alami Kekerasan, Pemda DIY Didesak Terapkan Kurikulum Antikekerasan

Karenanya organisasi tersebut mendesak Pemda DIY lebih serius menangani masalah kekerasan pada anak. Salah satunya melalui penerapan Kurikulum Antikekerasan di sekolah.

Galih Priatmojo
Sabtu, 30 November 2024 | 15:47 WIB
Lebih dari 200 Anak di Jogja Alami Kekerasan, Pemda DIY Didesak Terapkan Kurikulum Antikekerasan
Sejumlah anak tampil dalam Peace for All Festival untuk memerangi kekerasan pada anak di Yogyakarta, Sabtu (30/11/2024). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Kekerasan pada anak di Yogyakarta masih terus terjadi. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) terjadi 533 kasus kekerasan terhadap anak, dengan rincian 265 kasus kekerasan seksual, 165 kekerasan psikis dan 91 kekerasan fisik. 

Sebagian besar korban kekerasan anak berusia 13-17 tahun yang mencapai 316 anak dan usia 6-12 tahun yang mencapai 204 anak. Tak hanya di Yogyakarta, Indonesia mengalami kenaikan jumlah kasus kekerasan terhadap anak sebesar 2.069 kasus dari 2022 hingga 2023. Pada 2023, Jawa Tengah tercatat sebagai propinsi dengan jumlah kasus kekerasan terbanyak ketiga, yaitu 1.255 kasus.

"Di Jogja, tingkat kekerasan terhadap anak cukup tinggi, kesehatan mental anak juga menjadi isu serius," ujar Direktur Humanitarian dan Impact Innovation Save the Children, Fadli Usman disela Peace for All Festival di Yogyakarta, Sabtu (30/11/2024).

Karenanya organisasi tersebut mendesak Pemda DIY lebih serius menangani masalah kekerasan pada anak. Salah satunya melalui penerapan Kurikulum Antikekerasan di sekolah.

Baca Juga:Dinsos PPPA Kulon Progo Bentuk Desa Ramah Perempuan dan Anak

Kurikulum ini penting untuk mengurangi angka kekerasan pada anak yang dimulai dari sekolah. Sebab dari program edukasi Antikekerasan yang digulirkan Save the Children selama enam bulan terakhir kepada sekitar 35.800 orang, termasuk anak-anak, permasalahan kekerasan pada anak jadi isu serius yang harus segera ditangani.

Melalui adopsi kurikulum Antikekerasan di empat sekolah, sekitar 900 anak dan 200 guru telah mendapatkan paparan tentang materi antikekerasan. Hasilnya bisa mengurangi angka antikekerasan di sekolah.

"Kami berharap edukasi antikekerasan bisa jadi trigger (pemicu-red) yang dapat direplikasi di tempat lain. Dari sini, perlu ada tambahan kurikulum antikekerasan di sekolah, mengingat angka kekerasan yang sangat tinggi," ungkapnya.

Sementara Corporate PR and Sustainability Manager pT Fast Retailing Indonesia, Yulia Rachmawati, mengungkapkan, program Peace for All dilakukan untuk peningkatan kapasitas untuk anak, guru dan orang tua. Selain itu untuk penyusunan kebijakan di sekolah sebagai jaminan perlindungan anak seperti pembuatan SOP dan aktivasi satgas anti kekerasan, kampanye publik dan pembuatan fasilitas yang aman dan inklusif.

"Karenanya program ini coba kami gagas bersama kolaborator untuk pemenuhan hak anak dalam penanggulangan kemiskinan, diskriminasi, kekerasan dan konflik, khususnya melalui Implementasi penyediaan fasilitas air bersih dan pendidikan anti kekerasan di Yogyakarta," imbuhnya.

Baca Juga:Lazismu Gelar Rakernas di Yogyakarta, Fokuskan Pada Inovasi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak