PDAM dan Pamsimas Tak Cukup, Gunungkidul Butuh Inovasi Selamatkan Telaga

Pemerintah juga melaksanakan konservasi melalui penanaman pohon di sekitar telaga.

Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 01 Januari 2025 | 23:00 WIB
PDAM dan Pamsimas Tak Cukup, Gunungkidul Butuh Inovasi Selamatkan Telaga
Kondisi salah satu telaga yang kehilangan air yang ada di Gunungkidul. [Kontributor/Julianto]

SuaraJogja.id - Kondisi telaga-telaga di Gunungkidul saat ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Sejumlah telaga dilaporkan mengalami penurunan debit air bahkan kekeringan. Perubahan pola pemanfaatan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi pemicu telaga-telaga di Gunungkidul banyak terbengkalai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Hari Sukmono, menjelaskan bahwa perubahan pola pemanfaatan air oleh masyarakat menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini. Saat ini, anyak masyarakat yang memanfaatkan air permukaan melalui PDAM atau program Pamsimas.

"Akibatnya, sumber air di telaga yang selama ini menjadi bagian dari kearifan lokal mulai kurang terpelihara,” ujarnya, Rabu (1/1/2025).

Menurut Hari, banyak telaga yang kehilangan fungsi ekologisnya karena tertutup endapan atau tertutupi oleh tanaman di sekitar. Hal ini menghambat munculnya sumber air alami di telaga tersebut.

Baca Juga:Destinasi Baru jadi Magnet Wisatawan, Gunungkidul Raup PAD Rp1,4 Miliar

Oleh karena itu, dia menilai perlunya kembali melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan telaga, termasuk menjaga daerah tangkapan air. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan sumber air di wilayah ini.

Hari Sukmono juga menyebutkan perlunya inovasi teknologi untuk memanen air hujan sebagai salah satu solusi. Karena dahulu, masyarakat Gunungkidul memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan teknologi baru, seperti bak penampungan air yang lebih efisien, maka masyarakat bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada.

"Air hujan memiliki pH yang aman untuk dikonsumsi, sesuai kajian yang dilakukan oleh pakar dari UGM,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suharyanta, menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya meningkatkan akses air bersih dengan berbagai program infrastruktur. Pihaknya telah membangun sistem perpipaan melalui PDAM dan Pamsimas, serta menjalin kerja sama dengan Kementerian PUPR.

"Salah satu program unggulannya adalah Instalasi Pengolahan Air [IPA] di Eropa Timur yang sudah berfungsi untuk menyediakan air bersih," jelas Sri.

Baca Juga:245 Warga Gunungkidul Diduga Terjangkit Chikungunya, Dinkes Lakukan Fogging dan Investigasi

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan konservasi melalui penanaman pohon di sekitar telaga, termasuk flamboyan, untuk meningkatkan daya serap dan kualitas lingkungan sekitar.

Hanya saja, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, pemerintah menyadari bahwa konservasi telaga memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat dan investor.

"Setiap investasi yang masuk ke Gunungkidul harus melalui kajian lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan fungsi hidrologi," tegas Sri Suharyanta.

Dengan kombinasi pendekatan konservasi, teknologi, dan edukasi masyarakat, pemerintah optimis bahwa dilema telaga di Gunungkidul dapat diselesaikan. Langkah ini tidak hanya akan memastikan ketersediaan air bersih tetapi juga menjaga ekosistem alami yang menjadi warisan penting bagi wilayah ini.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak