Yogyakarta Gencarkan Perang Lawan Stunting: Tim Pendamping Dikerahkan, Calon Pengantin Jadi Target Utama

Ada pula bidan yang dikerahkan dalam program satu kampung satu bidan.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 13 Juli 2025 | 23:50 WIB
Yogyakarta Gencarkan Perang Lawan Stunting: Tim Pendamping Dikerahkan, Calon Pengantin Jadi Target Utama
Ilustrasi pengantin (Pixabay)

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus melakukan penguatan upaya pencegahan stunting di wilayahnya. Sebagai langkah percepatan tim pendamping keluarga dikerahkan di tiap kelurahan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menuturkan bahwa tim pendamping keluarga itu akan melakukan pencegahan dengan deteksi dini dan pendampingan bagi kelompok sasaran.

Adapun kelompok yang disasar itu terdiri atas calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin dan bayi di bawah dua tahun (baduta).

"Data itu menjadi sangat penting, apalagi untuk stunting ini harus diperbarui secara rutin untuk tahu angka real time berapa dan siapa saja yang berisiko stunting," kata Hasto, Minggu (13/7/2025).

Baca Juga:Jogja Siaga Stunting, Data Terbaru Ungkap Ratusan Keluarga Berisiko: Ini yang Dilakukan Pemkot?

"Bukan hanya baduta saja tapi mencegah sejak dari awal ya dari calon pengantin, berapa yang sehat, anemia, kurang energi kronis (KEK) begitu juga dengan ibu hamil," imbuhnya.

Ada pula bidan yang dikerahkan dalam program satu kampung satu bidan untuk membantu mengakselerasi upaya ini. Sehingga nantinya secara intens dapat memantau perkembangan kelompok sasaran pencegahan stunting by name by address.

"Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Puskesmas, Kemantren, Kelurahan, dan perangkat daerah terkait harus diperkuat koordinasinya supaya kelompok sasaran bisa diintervensi I sebelum terjadi stunting. Termasuk kaitannya dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tepat sasaran," ucapnya.

Sejalan dengan itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menjelaskan per 7 Juli 2025 terdapat 545 calon pengantin (catin) yang berdomisili di Kota Yogyakarta di mana 518 catin sehat, 13 KEK, 8 anemia, dan 5 KEK plus anemia.

"Intervensi untuk 26 catin berisiko dilakukan dengan PMT dan atau tablet tambah darah selama tiga bulan, yang mana setiap bulan akan dipantau perkembangannya," ungkap Emma.

Baca Juga:Angka Kecelakaan di Jogja Turun, Polisi Bongkar 'Dosa' Utama Pengendara yang Bikin Celaka

Sementara itu Sekretaris DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Sarmin mengatakan per Juli 2025 ada 9 ibu hamil, 443 baduta dan 161 keluarga baru yang masuk dalam kategori Keluarga Berisiko Stunting.

"Keluarga Berisiko Stunting tersebut diintervensi dengan PMT yang berasal dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Dana Keistimewaan (Danais) dan BKKBN," kata Sarmin.

Tercatat prevalensi stunting di Kota Yogyakarta terus mengalami penurunan. Pada tahun 2024 berada di angka 14,8 persen turun 2 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar 16,8 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak