Menurutnya, hubungan Sri Mulyani dengan pemerintah daerah yang kerap bermasalah terkait transfer anggaran turut menambah alasan reshuffle.
Pada akhirnya, Yudistira menilai urgensi reshuffle Menkeu ini lebih berkaitan dengan ambisi politik pemerintah ketimbang kepentingan publik.
"Saya pikir urgennya bukan di level masyarakat, tapi di level bagaimana pemerintah mau melaksanakan program tanpa adanya barier yang harus dipikirkan," kata dia.
Baca Juga:IHSG Masih Jeblok Jadi Momentum Berinvestasi? Simak Tips dari Dosen Ekonomi UGM