Bukan Dendam, Bukan Target, Ini Alasan Mengejutkan di Balik Pelemparan Molotov Pospol Jogja-Sleman

Kasus pelemparan bom molotov di Jogja menyasar 6 pos polisi.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 11 September 2025 | 13:27 WIB
Bukan Dendam, Bukan Target, Ini Alasan Mengejutkan di Balik Pelemparan Molotov Pospol Jogja-Sleman
Polisi merilis kasus pengerusakan dan pelemparan bom molotov di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Baca 10 detik
  • Dua pelaku pelemparan molotov ditangkap
  • Pelaku melakukan pelemparan karena melihat media sosial
  • Satu pelaku tak ikut beraksi namun hanya membantu membuatkan bom molotov

SuaraJogja.id - Polisi mengungkap motif di balik aksi pelemparan molotov dan batu ke sejumlah pos polisi (pospol) di Yogyakarta dan Sleman.

Dua pemuda, ARS (21) alias Kopul asal Godean, Sleman, dan DSP (24) alias Yaya asal Kasihan, Bantul, ditangkap setelah aksinya viral.

Pelaku beraksi itu hanya karena terpantik setelah melihat media sosial (medsos).

"Modus operandi melempar pos polisi dengan molotov dan batu. Motif adalah ikut-ikutan karena melihat medsos pengerusakan di beberapa kantor polisi," kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga:Teror Molotov di Jogja: Polisi Ringkus 2 Pelaku, Salah Satunya Sempat Kabur!

Pandia menambahkan, para pelaku tidak memiliki target khusus melainkan hanya acak saja.

"Mereka acak, apa yang dilewati itu yang dijadikan sasaran," imbuhnya.

Disampaikan Pandia, dalam aksinya pelaku berkeliling dan menyerang enam titik pos polisi hanya dalam waktu singkat.

ARS melakukan aksinya sendirian, sedang DSP hanya membantu membuat molotov.

"Ya dari semua 6 titik itu dia lintasi lebih kurang 40 menit," ucapnya.

Baca Juga:Teror Pospol Jogja-Sleman: Polisi Kantongi Ciri Pelaku Tunggal Bermotor Matic

Ia menambahkan, kedua pelaku sehari-hari bekerja serabutan. Lebih lanjut, Pandia mengungkap bahwa ARS merupakan residivis.

"Dia sempat 3 kali melakukan kasus penganiayaan sebelumnya, sudah 3 kali kasus, yang ARS, residivis," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian merinci rute aksi tersebut.

Rangkaian serangan dimulai dari pospol Pelemgurih di Sleman sekitar pukul 05.10 WIB dengan pelemparan batu.

Kemudian berlanjut ke pospol Pingit dengan molotov pada pukul 05.20 WIB.

Selanjutnya dilanjutkan dengan di pospol Monjali pada pukul 05.25 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak