- Jogja International Heritage Walk (JIHW) ke-14 akan diselenggarakan pada 15-16 November 2025, melibatkan lebih dari 2.000 peserta dari 18 negara.
- Kegiatan ini berpusat di Sleman, menyoroti promosi budaya dengan rute melewati Geopark Prambanan dan kawasan lereng Gunung Merapi.
- JIHW ke-14 menggabungkan tema olahraga dan eksplorasi budaya lokal, serta turut memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan pariwisata jalan kaki dunia.
JIHW tahun ini menghadirkan dua konsep utama di setiap harinya. Hari pertama bertema Fun Walking: Sporty & Colorful yang menonjolkan semangat kebersamaan.
Sementara hari kedua bertema Village Walking yang mengajak peserta menjelajahi kehidupan masyarakat Desa Wukirsari, termasuk budaya dan kerajinannya.
Menurut Tasbir Abdullah, salah satu founder JIHW, kegiatan ini sudah menjadi ikon kebanggaan tahunan Yogyakarta.
"Event rutin tahunan, kebanggaan Jogja. Tahun ini sudah memasuki tahun ke-14. JIHW diakui sebagai salah satu event yang berkontribusi nyata kepada target nasional mendatangkan wisatawan luar negeri," ungkap Tasbir.
Baca Juga:Tanpa Basic Bela Diri, Modal Marah dan Adrenalin, Member Minerva Land Tangkap Pencuri di Sleman
Tasbir menambahkan, panitia sengaja membatasi peserta dengan pertimbangan teknis.
"Peserta kita batasi, karena memang dengan berbagai pertimbangan kemampuan teknis dan sebagainya. Walaupun kita mau lebih banyak peserta," imbuhnya.
Founder lain, Fitriani Kuroda, menjelaskan bahwa JIHW sejatinya telah berdiri sejak 2008 untuk memperingati hubungan bilateral Indonesia-Jepang.
Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam liga jalan kaki dunia.
"Indonesia menjadi satu-satunya di negara ASEAN yang masuk di liga jalan kaki. Ini menjadi suatu kebanggan," ucap Fitriani.
Baca Juga:ODGJ di Sleman Kembali ke Masyarakat: Ini Strategi Dinkes yang Diklaim Berhasil
Dorong Ekonomi dan Wisata Budaya
Tahun ini terdapat 120 peserta asing dan sekitar 1.900 peserta lokal. Bahkan, sebagian besar peserta lokal pun justru berasal dari luar kota.
"Dari 1.900 pejalan kaki lokal, itu yang dari Jogja hanya 300-an, lainnya dari luar provinsi. Bayangkan minat ke Jogja. Berarti ini kan prestis," tandasnya.
Hal itu, kata Fitriani, sekaligus membuat JIHW turut meningkatkan okupansi hotel di Yogyakarta karena banyak peserta datang dari luar daerah.
Ia turut menekankan bahwa kegiatan tahun ini lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Dahlia Puspasari, sesama founder JIHW, menyebut acara ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarat nilai budaya.