UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata

Nataru Jogja ramai, tapi warga lokal terhimpit UMP rendah (Rp2,4jt). Penghasilan mereka tak sebanding pengeluaran wisatawan (Rp1jt/hari), jadi penonton kemewahan.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:30 WIB
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
Ilustrasi upah minim para buruh di Jogja. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Libur Nataru di Yogyakarta menciptakan perputaran uang Rp9 Triliun, namun warga lokal hanya menjadi penonton euforia pariwisata.
  • UMP DIY yang rendah (Rp2,4 Juta) kontras dengan pengeluaran wisatawan yang mencapai Rp1 Juta per orang selama dua hari.
  • Warga seperti Suharto dan Rina mengalami kesulitan hidup meski bekerja, bahkan harus mengambil pekerjaan tambahan untuk menutupi biaya.

Hal senada disampaikan Rina, karyawan swasta yang mengaku cukup kewalahan hidup di Yogyakarta dengan UMP yang terendah se-Jawa. Meski sudah bekerja di kota ini selama tujuh tahun terakhir, dia sulit untuk bisa menabung atau bersenang-senang.

"Gaji saya per bulan Rp sekitar Rp2,4 juta. Untuk bayar kontrakan per bulan sekitar Rp 700 ribu, makan, bensin dan lainnya bisa sampai Rp 2 juta lebih," jelasnya.

Untuk menutup kekurangan biaya hidup, perempuan 30 tahun ini terpaksa mengambil kerja sampingan. Diantaranya bekerja di Wedding Organizer (WO) atau jadi host beberapa acara.

Namun tidak setiap hari dia dapat job atau pekerjaan tambahan. Bila ramai acara pernikahan, Rina mengaku bisa mengantongi sekitar Rp500-800 ribu sekali event.

Baca Juga:Anti Galau Mobil Pertama! 4 Mobil Bekas Paling Nyaman dan Bandel di Bawah Rp70 Juta untuk Pemula

"Tapi kan tidak setiap hari ada nikahan, jadi ya harus bener-bener berhemat kalau lagi sepi acara," akunya.

Ironi dirasakan Rina saat melihat jutaan orang berwisata ke Yogyakarta setiap libur panjang atau akhir pekan. Dengan pendapatan yang rendah, dia hanya bisa menjadi penonton wisatawan bersenang-senang di kota yang sering diromantisasi sebagai kota yang terbuat dari rindu, pulang dan angkringan.

Ilustrasi wisata di Yogyakarta yang dipenuhi pengunjung. [Suara.com/Ai]
Ilustrasi wisata di Yogyakarta yang dipenuhi pengunjung. [Suara.com/Ai]

Hotel-hotel di pusat kota yang mematok tarif jutaan rupiah per malam saat Nataru tetap penuh wisatawan luar kota, restoran yang menaikkan harga karena permintaan melonjak tak membuat banyak warga lokal merasakan manfaatnya secara nyata.

"Angkringan saja sekarang banyak yang mahal, sama dengan harga warung makan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Yogyakarta Darurat Parkir Liar: Wisatawan Jadi Korban, Pemda DIY Diminta Bertindak Tegas!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak