Daya Beli Turun, UMKM Tertekan, Pariwisata Jogja Lesu, Pelaku Usaha Dipaksa Berhemat

Perlambatan ekonomi DIY picu penurunan omzet UMKM hingga >20%. Pelaku fokus efisiensi & digitalisasi. Perlu dukungan pemerintah & perluasan akses penerbangan internasional.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 26 Januari 2026 | 13:58 WIB
Daya Beli Turun, UMKM Tertekan, Pariwisata Jogja Lesu, Pelaku Usaha Dipaksa Berhemat
Pelaku UMKM di Kota Yogyakarta. [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Perlambatan ekonomi DIY berdampak signifikan pada UMKM, terutama yang terkait pariwisata, menyebabkan penurunan penjualan diperkirakan melebihi 20 persen.
  • Pelaku UMKM merespons kondisi ini dengan melakukan efisiensi biaya menyeluruh dan harus memperkuat pemasaran melalui platform digital.
  • Pemerintah DIY didorong untuk memberikan dukungan melalui stimulus, bantuan pemasaran, dan mengoptimalkan perluasan akses penerbangan internasional.

SuaraJogja.id - Perlambatan ekonomi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di DIY.

Penurunan daya beli masyarakat akibat lesunya ekonomi berdampak signifikan terhadap penjualan di berbagai sektor, terutama UMKM yang bergantung pada pergerakan sektor pariwisata.

Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi, dan Digital Marketing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Hermawan Ardiyanto di Yogyakarta, Senin (26/1/2026), mengungkapkan kondisi ekonomi yang melemah membuat aktivitas konsumsi masyarakat menurun.

Persoalan ini yang akhirnya berimbas pada omzet pelaku usaha kecil.

Baca Juga:Demi Keselamatan Publik! Mahasiswa UMY Gugat UU LLAJ ke MK Setelah Jadi Korban Puntung Rokok

"Sangat berdampak terhadap UMKM, terutama akibat penurunan daya beli masyarakat. Akibatnya penjualan di berbagai sektor menjadi lesu. Terutama UMKM pendukung sektor pariwisata seperti rumah makan, hotel, kerajinan, dan sektor pendukung lainnya," paparnya.

Menurut Hermawan, meskipun hingga saat ini belum tersedia data kuantitatif resmi terkait besaran penurunan kinerja UMKM, hasil pendataan kualitatif yang dilakukan Kadin DIY menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan.

Angka penurunan penjualan UMKM di DIY mencapai lebih dari 20 persen.

"Ini baru sebatas pendataan kualitatif. Belum ada angka resmi, tetapi perkiraannya bisa di atas 20 hingga 25 persen UMKM mengalami penurunan penjualan," jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya memaksa pelaku UMKM untuk melakukan berbagai langkah bertahan. Hermawan menyebut efisiensi menjadi pilihan utama yang tidak bisa dihindari dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.

Baca Juga:Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 Halaman 117: Why Do You Think They Write the Posts?

Selain itu UMKM juga harus memperkuat posisi dengan memanfaatkan berbagai platform media digital. Sebab promosi dengan cara ini dinilai relatif murah dan bisa memperluas jangkauan pemasaran.

"Kalau dari sisi UMKM, yang bisa dilakukan adalah efisiensi biaya dari seluruh aspek, baik tenaga kerja, bahan baku, proses produksi, dan lainnya," ungkapnya.

Hermawan menambahkan, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan UMKM agar tidak semakin terpuruk. Pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk menopang sektor usaha kecil.

"Pemerintah bisa memanfaatkan semua instrumen yang memungkinkan untuk mendukung UMKM, seperti bantuan pemasaran, stimulus, hingga pencegahan terjadinya PHK," tandasnya.

Secara terpisah Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, mengungkapkan tekanan ekonomi ini juga dirasakan sektor perhotelan dan restoran yang menjadi tulang punggung pariwisata DIY. Dia menyebut lesunya ekonomi global turut memberi dampak terhadap kinerja industri pariwisata di Yogyakarta.

"Kadin DIY selaku perwakilan kita, selama Kadin DIY sudah menyetujui, kita akan melaksanakan. Kita juga ingin mendorong pemerintah untuk bisa memajukan pariwisata di DIY supaya okupansi hotel dan restoran meningkat,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak