Baca 10 detik
- Tren kasus DBD di Yogyakarta menurun menjadi 270 kasus pada 2025 dari 301 kasus tahun sebelumnya, tetap jadi prioritas.
- Pengendalian DBD fokus pada penyebaran nyamuk Wolbachia dan PSN 3M Plus, didukung Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
- Yogyakarta bukan daerah endemis rabies dan malaria, namun menangani kasus impor rabies serta menyediakan layanan gigitan hewan penular.
"Banyak pelajar, wisatawan, maupun pelaku perjalanan dinas dari wilayah endemis datang ke Yogyakarta. Saat berobat di sini, kasusnya tercatat di fasilitas kesehatan kota, meski penularannya terjadi di daerah asal," ungkapnya.