- Pengusulan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional diperkuat dengan peluncuran buku dan biografi digital pada Maret 2026.
- Literatur baru ini fokus pada kebijakan politik dan perlawanan fisik ideologis Sultan HB II melawan kolonialisme asing.
- Rangkaian acara mencakup Seminar Nasional pada 30 Maret 2026 untuk memvalidasi rekam jejak kepahlawanan beliau.
Menurutnya, kegigihan Sultan Sepuh dalam mempertahankan marwah tradisi dari intervensi asing adalah bukti nyata patriotisme yang harus diakui secara formal oleh negara.
"Yayasan berharap pemerintah segera memberikan pengakuan formal atas jasa-jasa besar beliau," ucap Fajar.
Pihaknya mengungkap bahwa sejarah mencatat keunikan posisi politik Sultan HB II yang menjadikannya figur sentral dalam sejarah integrasi Jawa.
Mulai dari tiga kali naik takhta, membuktikan legitimasi kepemimpinan yang tak tergoyahkan secara politik. Dua kali diturunkan paksa oleh kolonial akibat sikap keras dan penolakannya berkompromi dengan penjajah.
Baca Juga:Trah Sultan HB II Ultimatum Inggris! Ribuan Manuskrip Geger Sepehi 1812 Harus Dikembalikan
Termasuk dengan wafat di atas takhta pasca-masa pembuangan, menandai pemulihan kedaulatan penuh secara formal.
"Sultan HB II adalah simbol perlawanan yang tak kunjung padam meskipun harus menghadapi pembuangan demi mempertahankan prinsip bangsa," tandasnya.