Waspada Campak Mengintai di Musim Liburan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pentingnya Vaksinasi!

Waspada campak saat liburan! Penyakit menular ini menyebar lewat udara. Cegah dengan vaksinasi MMR & jaga kebersihan. Segera ke faskes jika bergejala.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:35 WIB
Waspada Campak Mengintai di Musim Liburan: Kenali Gejala, Komplikasi, dan Pentingnya Vaksinasi!
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)
Baca 10 detik
  • Campak disebabkan virus RNA, sering muncul saat liburan, dan masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
  • Penularan terjadi melalui percikan udara, ditandai demam, batuk, ruam, serta berpotensi komplikasi serius.
  • Pencegahan utama adalah vaksinasi MMR tiga kali dan menjaga pola hidup bersih serta sehat secara konsisten.

SuaraJogja.id - Musim liburan dan hari raya kerap menjadi ajang silaturahmi, namun di balik kehangatan interaksi sosial, ancaman penyakit menular seperti campak bisa mengintai.

Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, Dr. dr. Regina Satya Wiraharja, M.Sc., mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai campak, penyakit yang disebabkan oleh serangan virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae.

Penyakit ini, menurutnya, masih menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan ribuan kasus dan puluhan kematian tercatat setiap tahunnya.

"Virus penyebab campak dapat menular melalui percikan ludah atau ingus penderita yang tersebar di udara saat bernafas, batuk, atau bersin," jelas dr. Regina dikutip dari ANTARA. 

Baca Juga:Dinkes Sleman Temukan 33 Positif dari 148 Suspek Campak di Awal 2026

Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan berkembang biak dan menyebar melalui saluran getah bening, limpa, hati, dan saluran pernapasan, dengan masa inkubasi delapan hingga 14 hari.

Pemahaman akan cara penularan ini menjadi krusial, terutama saat mobilitas dan interaksi sosial meningkat drastis selama musim liburan.

Gejala campak muncul dalam beberapa tahap yang khas. Tahap awal, sekitar dua sampai tujuh hari, ditandai dengan demam tinggi, badan lemas, pilek, batuk, serta mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

"Dalam beberapa kasus juga dapat muncul bercak khas di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai Koplik spots," tambah dr. Regina.

Tahap selanjutnya adalah munculnya ruam kemerahan, biasanya pada hari ke-4 hingga ke-14, dimulai dari area telinga atau wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh dalam enam sampai tujuh hari, seringkali disertai demam tinggi.

Baca Juga:Indonesia Darurat Campak? Pakar UGM Ungkap Kunci Pengendalian di Tengah Lonjakan Kasus Suspek

Memasuki tahap penyembuhan, demam mereda dan ruam berubah menjadi kecokelatan sebelum menghilang.

Meskipun dalam banyak kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya, dr. Regina menekankan bahwa penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Radang paru, diare, dehidrasi, infeksi telinga tengah, hingga peradangan otak adalah beberapa ancaman yang patut diwaspadai.

Risiko komplikasi ini bahkan lebih tinggi pada kelompok rentan seperti bayi, individu dengan daya tahan tubuh lemah, serta mereka yang kekurangan gizi atau vitamin A.

"Pada ibu hamil, infeksi campak dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur dan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah," tegasnya, menyoroti bahaya campak bagi kesehatan ibu dan anak.

Data menunjukkan bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2025, tercatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi dengan 69 kematian. Angka ini berlanjut hingga minggu ketujuh tahun 2026, dengan 572 kasus dan empat kematian. Data ini menjadi pengingat serius akan pentingnya upaya pencegahan.

"Apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut," imbau dr. Regina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak