Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak

Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogyakarta picu keprihatinan. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama

Budi Arista Romadhoni
Senin, 27 April 2026 | 14:26 WIB
Pelaku Orang Terdekat, Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Jadi Alarm Perlindungan Anak
Daycare Little Aresha masih dipasang garis polisi, Senin (27/4/2026). [Dok Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Terjadi dugaan kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak Little Aresha, Kota Yogyakarta, yang memicu keprihatinan banyak pihak.
  • Pemerhati anak Nofrizal Sayuti menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua dalam memeriksa legalitas dan kompetensi pengasuh di lembaga daycare.
  • Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sebagai bentuk kejahatan luar biasa.

SuaraJogja.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta kembali memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat serius perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.

Pemerhati perempuan dan anak sekaligus advokat dari Yogyakarta, Nofrizal Sayuti di Yogyakarta, Senin (27/4/2026) menilai kejadian tersebut menunjukkan potensi kekerasan terhadap anak bisa terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di tempat yang selama ini dipercaya orang tua sebagai ruang aman bagi anak.

"Perlindungan anak merupakan usaha setiap anggota masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Nofrizal, kasus kekerasan terhadap anak dapat muncul dalam berbagai bentuk dan terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Bahkan dalam banyak kasus, pelaku justru berasal dari orang-orang yang dikenal dan dipercaya oleh anak, seperti orang tua, teman, guru, maupun pihak yang diberi tanggung jawab sebagai pengasuh.

Baca Juga:Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

Kekerasan seringkali dilakukan pihak yang seharusnya menjadi pelindung atau pengasuh anak. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang hak-hak anak dan dampak psikologis yang ditimbulkan dari tindakan kekerasan.

"Kekerasan terhadap anak bisa bersumber dari sosok yang dipercaya oleh anak, seperti bapak, ibu, teman, guru, maupun tempat pengawasan yang dipercayakan oleh orang tua. Karena itu, kewaspadaan terhadap lingkungan pengasuhan menjadi sangat penting," tandasnya 

Nofrizal menambahkan, kasus kekerasan yang terjadi dalam keluarga pengganti sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa situasi, kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga relatif lebih mudah terdeteksi karena adanya akses langsung dari anggota keluarga atau masyarakat sekitar.

Namun situasi berbeda terjadi ketika kekerasan berlangsung di tempat penitipan anak. Menurutnya, lembaga daycare sering kali tampil sebagai institusi yang meyakinkan dan dipercaya oleh orang tua untuk membantu pengasuhan anak.

"Tempat penitipan anak sering terlihat dapat dipercaya dalam mengasuh anak-anak. Tetapi ketika justru di tempat itu terjadi kekerasan, maka kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Tempat yang seharusnya aman bagi anak justru berubah menjadi ruang yang menakutkan," tandasnya.

Baca Juga:Bukan Sekadar Luka, Video Buktikan Anak-anak di Daycare Little Aresha Diikat Tanpa Baju

Ia menilai, kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan, perlu memberikan perhatian serius terhadap perlindungan anak.

Selain itu diperlukan langkah sejumlah pihak yang memberikan perhatian terhadap laporan para orang tua korban. Hal itu merupakan bagian penting dalam upaya menegakkan perlindungan anak.

"Peran orang tua dalam memastikan keamanan anak sebelum menitipkan mereka di lembaga pengasuhan," ungkapnya.

Daycare Little Aresha (Threads)
Daycare Little Aresha (Threads)

Ia menyarankan agar orang tua memeriksa kelengkapan syarat dan legalitas lembaga daycare. Hal itu untuk memastikan para pengasuh memiliki kompetensi dan pemahaman yang memadai tentang pengasuhan anak.

"Ke depan, orang tua perlu memastikan kelengkapan syarat-syarat menjadi orang tua asuh atau orang tua pengganti di lembaga daycare. Hal ini penting agar ada jaminan bahwa anak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman tanpa ancaman kekerasan," jelasnya.

Selain itu, orang tua juga perlu menilai kelayakan serta kemampuan para pengasuh dalam menjalankan kewajibannya. Apabila ditemukan adanya kekurangan atau penyimpangan dalam praktik pengasuhan, orang tua diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki atau melaporkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak