- Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta merakit motor listrik bergaya drag race selama enam bulan sebagai inovasi sekolah.
- Pengujian di Pantai Depok menunjukkan bahwa motor listrik tersebut mampu mencapai kecepatan maksimal 132,5 kilometer per jam.
- Sekolah mengalokasikan dana inovasi sebesar Rp50 juta per tahun untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik bagi siswa.
Pengujian kecepatan dilakukan di lintasan Pantai Depok yang memiliki trek lurus cukup panjang untuk menguji top speed kendaraan.
Dari hasil beberapa kali percobaan, motor listrik rakitan siswa tersebut mampu mencapai kecepatan maksimal 132,5 kilometer per jam.
“Yang sudah kita uji di Pantai Depok kemarin itu sampai dengan 132,5 km/jam,” ujarnya.
Salah satu siswa yang ikut merakit sekaligus mencoba motor tersebut, Muhammad Rizki Saputra mengatakan sensasi mengendarai motor listrik sangat berbeda dibanding motor konvensional.
Baca Juga:Prabowo Targetkan Indonesia Produksi Mobil Sedan Listrik pada 2028
Menurutnya, kendaraan itu nyaris tanpa suara dan getaran meski dipacu dalam kecepatan tinggi.
“Kalau menurut saya pribadi kalau motor listrik itu tidak ada suara sama sekali, tidak ada getaran sama sekali. Jadi seperti menaiki sepeda biasa, tapi motornya cepat,” kata Rizki.
Ia mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam proyek tersebut bersama teman-temannya.
“Jelas ada rasa bangga tersendiri di kita. Apalagi ini jerih payah dan rasa susah sendiri untuk membuat dan sampai bisa jadi seperti ini,” imbuhnya.
Sekolah Siapkan Dana Inovasi Rp50 Juta
Baca Juga:Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik di Magelang
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kustejo mengatakan sekolah memang menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung inovasi teknologi siswa.
Dalam satu tahun, sekolah mengalokasikan sekitar Rp50 juta untuk proyek karya inovasi.
“Nah, jadi kami itu di RKAS atau rencana kegiatan dan anggaran sekolah menyediakan sekitar Rp50 juta untuk karya inovasi,” kata Kustejo.
Ia menjelaskan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sudah menaruh perhatian pada kendaraan listrik sejak empat tahun lalu. Bahkan sekolah pernah dipercaya Kementerian ESDM untuk mengerjakan konversi motor listrik kendaraan dinas pemerintah.
Ke depan, sekolah berharap inovasi motor listrik tersebut bisa menjadi identitas sekaligus keunggulan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta di bidang teknologi otomotif.