GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik

Dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, GEMPAR di Pasar Godean menyajikan kesenian Tari Warok yang menghibur pengunjung.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:57 WIB
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
Antusiasme warga pengunjung pasar di acara GEMPAR Pasar Godean, Sleman, Senin (24/8/2026)
Baca 10 detik
  • Disperindag Kabupaten Sleman menggelar penutupan program GEMPAR di Pasar Godean pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Acara penutupan tersebut dimeriahkan oleh pertunjukan seni Tari Warok serta kegiatan talkshow untuk menarik minat generasi muda.
  • Pelaksanaan program GEMPAR terbukti berdampak positif dengan meningkatkan kunjungan masyarakat serta mendongkrak omzet pendapatan para pedagang pasar.

SuaraJogja.id - Puncak rangkaian roadshow Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman dan didukung Suara.com berlangsung meriah di Pasar Godean, Kalurahan Sidoagung, Sleman, DI Yogyakarta, pada Senin (24/8/2026).

Derap langkah dan irama Tari Warok sebagai hiburan utama, membakar semangat para pengunjung dan menjadi 'gong' rangkaian GEMPAR yang dimulai Juli 2026 lalu. Dalam acara GEMPAR di Pasar Godean, penyelenggara mengusung tema "Godean Guyub Pasar Hidup".

Acara dibuka dengan sambutan dari Bupati Sleman Harda Kiswaya. Ia mengapresiasi pelaksanaan GEMPAR sebagai bagian dari upaya menghidupkan aktivitas pasar yang tentunya bisa memantik antusiasme pengunjung serta 'nglarisi' para pedagang.

"Dengan adanya Gempar ini akan ada orang yang datang ke pasar. Pasar Godean nanti pengunjungnya melimpah dan dagangannya jadi laris," terangnya.

Baca Juga:GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

Harda menekankan, upaya meningkatkan daya tarik pasar perlu diiringi dengan pembenahan secara berkelanjutan. Ia meminta Disperindag Sleman terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menciptakan suasana pasar yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya sedang berdialog dengan pedagang di Pasar Godean, Sleman, DIY, Senin (24/8/2026).(Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman Harda Kiswaya sedang berdialog dengan pedagang di Pasar Godean, Sleman, DIY, Senin (24/8/2026).(Humas Pemkab Sleman)

“Saya minta Disperindag terus memperbaiki pelayanan, pedagang dibuat nyaman. Bagaimana pasar juga harus berbenah, bagaimana pasar ini menjadi menarik bagi pembeli,” jelasnya.

Selain itu, Harda mengimbau para pedagang agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan pelayanan yang kurang baik. Menurutnya, masukan dari pedagang penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar.

Lebih lanjut, Harda menegaskan bahwa pengembangan pasar dan penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, serta media diharapkan dapat terus bersinergi dalam mendukung kemajuan pasar tradisional di Kabupaten Sleman.

“Kolaborasi pemerintah daerah dengan anggota DPRD, pengusaha, dan media tentu bisa kita lakukan terus-menerus,” pungkasnya.

Baca Juga:Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi

Setelah memberikan sambutan, Harda Kiswaya pun melanjutkan agenda dengan tilik pasar. Dia menyambangi setiap kios di Pasar Godean serta berdialog dengan para pengunjung maupun pedagang.

Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)
Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat, Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, serta Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari. 

Kesenian Daerah Menghidupkan Pasar

Kegiatan yang diinisiasi Disperindag Kabupaten Sleman dan didukung oleh Suara.com ini menjadi upaya menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat. Tidak hanya menjadikan pasar sebagai pusat perdagangan, tapi juga sebagai ruang sosial dan budaya bagi masyarakat.

Karena itu kesenian daerah pun konsisten dipilih menjadi bagian hiburan dalam acara GEMPAR. Setelah sebelumnya ada Jathilan, kini pertunjukkan gamelan dari Sanggar Kuntul dan seni Warok dari Affada feat Manggala yang menjadi magnet para pengunjung.

Dipandu host Dina Trinil dan Gospeng, sekitar pukul 08.00 pagi satu per satu penari yang disebut warok memasuki halaman pasar diiringi alunan gamelan dan suara sinden.

Total ada 10 warok yang tampil, yang terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki. Para warok perempuan memakai atasan warna putih, sementara para warok laki-laki tampil serba hitam dengan riasan wajah sangar dan kumis tebal.

Iringan gamelan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)
Iringan gamelan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)

Dengan latar alunan gamelan yang dinamis, mereka kemudian menampilkan gerak tari yang tegas, kuat, dan penuh keberanian bak kesatria. Tari Warok ini memang menggambarkan sosok ksatria yang kuat secara fisik dan matang secara spiritual.

Bagian kaki mereka dihiasi dengan gelang klinthingan, yang menghasilkan suara gemerincing yang khas dan menggelegar setiap gerakannya. Suasana semakin dramatis ketika para warok membentuk lingkaran dan dua penari pria berkostum merah melakukan atraksi sembur api.

Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)
Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)

Keduanya menyemburkan minyak tanah dari mulut ke arah obor sehingga membentuk kobaran api besar di udara. Para pengunjung pasar pun dibuat kaget sekaligus terpukau dengan atraksi ekstrem itu.

Pertunjukan kesenian rakyat asal Temanggung itu berlangsung kurang lebih selama satu jam dan diakhir dengan host yang mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.

Interaksi antara penari, pengunjung, dan tamu undangan pun menciptakan suasana hangat yang membuat Pasar Godean terasa lebih hidup dibanding hari-hari biasa.

Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)
Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)

Sementara lantai satu dimeriahkan oleh pertunjukan kesenian, lantai 2 menyajikan talkshow dengan narasumber Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari, dan Tya sebagai perwakilan Generasi Z.

Talkshow yang digelar di tengah pedagang tersebut membahas bagaimana agar eksistensi pasar turut dilirik dan dicintai oleh para generasi muda seperti Gen Z.

Untuk di Pasar Godean sendiri, Dwi Wulandari menuturkan ada rencana untuk lantai atas akan diisi kuliner kekinian seperti kopi dan dessert. Hal itu merupakan upaya agar menarik minat Gen Z dan menumbukan simbiosis mutualisme pada pedagang.

"Dan nanti kuliner di sana (lantai 2 atau 3) maka mereka ambil bahan bakunya dari pedagang yang ada di pasar, rencananya seperti itu," terangnya.

Efek Positif GEMPAR untuk Omzet Pedagang

Pasar Godean menjadi lokasi terakhir GEMPAR edisi Juli - Agustus 2026. Terdapat 5 titik lokasi pasar yang dipilih, dimulai dengan Pasar Kebonagung, Ngijon, Balangan, Ngino, dan Godean.

Program GEMPAR sendiri berjalan berkala dan berpindah-pindah menyasar berbagai kapanewon (kecamatan) di Kabupaten Sleman. Setiap lokasi roadshow GEMPAR dikemas menarik dengan menggabungkan unsur belanja, edukasi, dan hiburan rakyat.

Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengatakan, berdasarkan laporan petugas pasar dan masukan dari para pedagang, acara GEMPAR di Pasar Godean berlangsung sangat sukses melebihi gelaran-gelaran sebelumnya. 

"Lonjakan pengunjung pasar tercatat mengalami peningkatan drastis hingga 150 persen dibandingkan hari biasa. Dampaknya dirasakan langsung oleh seluruh kalangan, mulai dari pedagang hingga pengelola parkir," ujar Robert.

Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)
Pertunjukan Tari Warok di acara GEMPAR Pasar Godean, Senin (24/8/2026)

Dia mengatakan antusiasme pengunjung yang tinggi membawa dampak positif signifikan pada penjualan para pedagang. Sektor kelontong, misalnya, mengalami lonjakan omzet rata-rata sebesar 30 persen, naik pesat dari sekitar Rp 6 juta menjadi Rp 8 juta.

Sektor kuliner juga tak luput dari dampak event GEMPAR. Stan makanan yang menggunakan kompor dan api di lantai 2 laris manis dibeli. "Alhamdulillah, GEMPAR pagi tadi sukses untuk semua kalangan pak. Baik pedagang maupun parkir. Lebih sukses dari GEMPAR-GEMPAR sebelumnya," ujar Robert. 

Kenaikan serupa sebagai bagian dari efek GEMPAR juga dialami di pasar-pasar sebelumnya. Di Pasar Ngino, Selasa (18/8) kemarin misalnya, terjadi kenaikan omzet sekitar 40 persen.

"Jumlah pengunjung di Pasar Ngino, tercatat naik dari yang biasanya 700 orang menjadi 1.200 orang. Sementara dari sisi omzet pendapatan, terjadi kenaikan dari 56 persen menjadi 96 persen atau ada kenaikan sekitar 40 persen," ujar Robert.

Angka tersebut membuktikan bahwa integrasi antara hiburan dan edukasi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan aktivitas ekonomi di pasar rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini