- Tragedi drag race di Sulawesi Utara pada 9 Agustus 2026 menewaskan delapan penonton akibat penggunaan jalan umum.
- IMI Pusat meningkatkan pengawasan keselamatan dan menyatakan belum semua daerah memiliki sirkuit permanen atau lanud yang memadai.
- Pertamina Patra Niaga menggelar Pertamax Turbo Drag Fest 2026 di Yogyakarta untuk menjaring bibit baru pembalap nasional.
SuaraJogja.id - Tragedi maut dalam ajang drag race di Sulawesi Utara pada 9 Agustus 2026 lalu yang menewaskan 8 penonton menjadi alarm keras bagi penyelenggaraan olahraga otomotif di Indonesia. Di tengah semakin berkembangnya kompetisi drag bike dan drag race, persoalan venue atau sirkuit yang memenuhi standar keselamatan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius.
Komisi Drag Race IMI Pusat, Dharma Srada mengakui belum semua daerah memiliki sirkuit yang benar-benar mumpuni untuk menggelar balapan.
"Kondisi tersebut membuat sebagian penyelenggara harus mencari alternatif lokasi, termasuk memanfaatkan jalan umum," papar Dharma disela Pertamax Turbo Drag Fest 2026 seri pertama digelar di Lanud Gading, Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Dharma, idealnya balapan drag race maupun drag bike digelar di sirkuit permanen atau venue yang memiliki karakteristik dan aspek keselamatan yang memadai. Namun, fasilitas tersebut belum tersedia merata di seluruh Indonesia.
Baca Juga:10 Saksi Dihadirkan di Sidang Little Aresha, Ibu Ungkap Anak Autis Diduga Diikat hingga Lebam
"Tempat yang layak atau venue yang layak untuk kegiatan drag race maupun drag bike itu sesuai pesan ketua umum kami, kalau bisa tempat idealnya ada sirkuit permanen atau di lanud," tandasnya.
Dharma menyebut tragedi drag race harus menjadi pengingat aspek keselamatan tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap dalam sebuah event otomotif. Sebab persoalan tidak berhenti pada penyelenggara. Ketersediaan venue menjadi tantangan besar bagi perkembangan olahraga otomotif nasional.
Ia mencontohkan penyelenggaraan di Kotamobagu yang akhirnya menggunakan jalan umum. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi bersama karena berakhir tragis.
"Di daerah memang enggak semua tempat punya lanud-lanud yang bisa kita kerja samakan," ujarnya.
IMI Pusat meningkatkan pengawasan terhadap aspek keselamatan. Komisi Safety, kata Dharma, tengah bergerak membantu melakukan track inspection, memeriksa safety plan, hingga memastikan berbagai aspek pendukung keselamatan sebelum event digelar.
Baca Juga:Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
Di tengah persoalan keterbatasan venue tersebut, Dharma menyebut Yogyakarts dapat menjadi contoh positif. Sebut saja di Lanud Gading yang memiliki sejumlah aspek yang mendukung keselamatan, mulai dari kelayakan trek hingga sterilisasi penonton.
Ia berharap kerja sama penggunaan Lanud Gading dapat berlangsung dalam jangka panjang. Dengan demikian Yogyakarta dapat menjadi salah satu lokasi yang mendukung perkembangan olahraga otomotif dengan tetap mengedepankan keselamatan.
"Ini sangat rekomendatif dari sisi sterilisasi penonton, trek yang layak, environment yang sangat bagus, juga dukungan dari pihak Lanud," paparnya.
Sementara itu Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan berupaya menggelar drag race dengan aturan yang ketat. Sehingga Pertamax Turbo Drag Fest 2026 untuk kelas Drag Race roda empat resmi masuk dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
"Ajang tersebut merupakan kelanjutan program yang telah digelar sejak 2024. Tahun ini terdapat 777 peserta yang mengikuti kategori drag race dan drag bike," paparnya.
Pertamina, lanjut Eko, ingin menjadikan kompetisi nasional sebagai salah satu pintu untuk menemukan bibit-bibit baru yang nantinya dapat berkembang ke level internasional. Terlebih Indonesia saat ini sudah memiliki pembalap nasional yang mampu menembus ajang MotoGP, termasuk Moto3 dan Moto2.