Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas

Tim UAJY raih hibah United Board 2026 untuk riset kolaborasi jurnalisme biodiversitas bersama AMSI, latih 100 jurnalis, dan buat direktori ahli lingkungan.

M Nurhadi
Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas
DOSEN UAJY RAIH PROGRAM PENDANAAN UNITED BOARD 2026 DENGAN MENGANGKAT ISU BIODIVERSITAS [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Tim peneliti lintas disiplin UAJY memenangkan Program Hibah United Board 2026 untuk riset lingkungan.
  • Program kolaborasi dengan AMSI ini berjalan Juli 2026 hingga Desember 2027 di tiga wilayah konservasi.
  • Inisiatif ini menghasilkan pelatihan bagi 100 jurnalis serta peluncuran situs web direktori narasumber ahli biodiversitas.

SuaraJogja.id - Tim riset lintas disiplin ilmu dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil memenangkan Program Hibah United Board 2026. Capaian ini diraih melalui proposal penelitian berfokus lingkungan yang mengusung judul “Strengthening Biodiversity Journalism through Academic–Media Collaboration.”

Tim peneliti ini diketuai oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. dari Fakultas Teknobiologi (FTb). Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh tiga dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi—yaitu Bonaventura Satya Bharata, Ph.D., Olivia Lewi Pramesti, M.A., dan Didit Setiawan, M.A.—serta dosen dari Program Studi Informatika, Yohanes Sigit Purnomo Wuryo Putro, Ph.D.

Melalui hibah internasional ini, tim UAJY tidak hanya berfokus pada kegiatan riset semata, melainkan mengintegrasikan tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup penelitian, pengajaran, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Program penelitian yang direncanakan berlangsung sejak Juli 2026 hingga Desember 2027 ini menggandeng Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai mitra strategis.

Baca Juga:Dari Jahe Merah Hingga Kerajinan Tempurung Kelapa, Expo Kewirausahaan Fisip UAJY Pamerkan Inovasi UMKM

Ketua Tim Riset, Prof. Pramana, menjelaskan bahwa latar belakang inisiatif ini bermula dari keprihatinan atas rendahnya porsi liputan media nasional terhadap isu keanekaragaman hayati (biodiversitas), jika dibandingkan dengan isu perubahan iklim maupun pencemaran lingkungan.

“Secara global kan ada triple planetary crisis, tiga krisis utama tentang climate change, biodiversity dan polusi. Dari tiga isu tersebut, yang paling kurang mendapatkan perhatian itu isu biodiversitas,” jelas Prof. Pramana, dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com pada Rabu (26/8/2026).

Melalui kemitraan ini, akademisi UAJY dan media akan memetakan berita-berita bertema biodiversitas serta melakukan survei mendalam terhadap para jurnalis. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sains serta memperkuat kapasitas wartawan dalam memproduksi liputan lingkungan hidup yang komprehensif.

Pelatihan Lapangan 100 Jurnalis dan Peluncuran Situs Web Data Ahli

Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, tim akan menggelar proyek percontohan pengembangan kapasitas (capacity building) yang menyasar 100 jurnalis anggota AMSI.

Baca Juga:Dari Infrastruktur hingga Budaya, UAJY Bergerak Ciptakan Kampus Ramah Disabilitas

Para peserta akan dibekali materi teoritis dari para pakar sebelum diterjunkan langsung untuk mengamati ekosistem di tiga kawasan konservasi, yakni Bukit Turgo (Yogyakarta), Gunung Ungaran (Jawa Tengah), dan Hutan Mangrove Surabaya (Jawa Timur).

Selain kegiatan lapangan, tim Informatika UAJY merancang pembentukan situs web pusat data keahlian (expertise database). Platform digital ini disiapkan untuk menjadi direktori rujukan nasional bagi wartawan yang membutuhkan akses cepat ke narasumber ahli di bidang keanekaragaman hayati.

“Harapannya website ini dapat menjadi pusat rujukan para jurnalis ketika membutuhkan narasumber yang ahli di bidang biodiversitas,” tambah Anggota Tim Riset, Sigit Purnomo.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif tim riset UAJY. Ia menilai bahwa pers memang membutuhkan dukungan pengetahuan yang solid serta akses narasumber tepercaya agar mampu menyederhanakan isu biodiversitas yang kompleks menjadi bacaan yang bernilai bagi masyarakat.

"Kami berharap program ini tidak berhenti pada pelatihan di tiga wilayah, tetapi berkembang menjadi model kolaborasi akademisi dan media yang dapat menjangkau anggota AMSI di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak media lokal mampu menghasilkan jurnalisme biodiversitas yang berbasis sains, dekat dengan persoalan masyarakat, dan mendorong kebijakan serta tindakan nyata untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia,” kata Wahyu Dhyatmika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak