SuaraJogja.id - Dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) Litasari yang meninggal dunia tiga hari tanpa ketahuan di rumahnya, RT 27, RW 06, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, adalah cucu dari Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.
Litasari diperkirakan meninggal pada Rabu (1/5/2019) atau sehari sebelum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap tahun pada tanggal kelahiran kakeknya. Jenazah perempuan berusia 67 tahun itu baru ditemukan Sabtu (4/5/2019) pagi.
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto, mengatakan jasad Litasari ditemukan asisten rumah tangganya [ART] sekitar pukul 10.00 WIB.
“Dalam sepekan, dia [ART] datang dua kali setiap Rabu dan Sabtu. Pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, pintu gerbang serta pintu rumah korban tertutup dan terkunci. Setelah itu saksi minta bantuan warga untuk mengambil tangga dan setelah melihat dari ventilasi udara kamar korban, mereka melihat kaki korban tidak bergerak,” kata Iptu Budi Karyanto kepada Harian Jogja--jaringan Suara.com, Minggu (5/5/2019).
Menurutnya, polisi baru mendapatkan laporan Litasari ditemukan tewas setelah ART itu menelepon Polsek Ngaglik. Polisi lantas datang, membuka pintu, dan menemukan jasad Litasari di depan pintu kamar.
“Hasil pemeriksaan oleh Puskesmas Ngaglik 1 dan Tim Identifikasi Polres Sleman, mayat kemungkinan sudah tiga hari [kemungkinan sudah tiga hari meninggal dunia saat ditemukan atau sejak 1 Mei] dan tidak tampak tanda-tanda penganiayaan,” katanya.
Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kerusakan di pintu dan jendela.
“Kondisi kamar rapi dan setelah dicek oleh keluarga, tidak ditemukan barang di dalam rumah yang hilang. Dompet di kamar korban juga utuh," kata dia.
Endrojoyo, keponakan dari suami almarhumah menduga Listari meninggal dunia akibat serangan jantung.
Baca Juga: Ada Pasangan ABG Ribut Sebelum Warga Temukan Mayat Bayi di Loteng
“Polisi sudah menyelidiki dan menyimpulkan penyebab kematian bukan aksi kejahatan. Almarhumah diduga terjatuh atau terkena serangan jantung." kata dia.
Endrojoyo mengatakan Litasari hidup dengan anak bungsunya yang sudah berkeluarga. Namun, pada hari ketika Litasari meninggal dunia, anaknya pergi ke Ciamis, Jawa Barat untuk menghabiskan Ramadan di kampung suaminya.
Sebelum meninggal, Litasari masih aktif sebagai dosen di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM. Dia juga anggota Pembina Yayasan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Salah satu kerabat Litasari mengatakan pada 1 Mei, almarhumah masih menjalin komunikasi lewat WhatsApp dengan kakak sepupunya yang menjadi dokter.
"Berdiskusi menjelang Hardiknas," ujar kerabat tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Modus COD, Salafudin Disekap Yoyok 3 Hari Usai Dicekoki Daun Kecubung
-
Melamun di TPS, Ketua KPPS Sleman Sempat Mengeluh Sebelum Bunuh Diri
-
Ketua KPPS di Sleman Gantung Diri Bukan karena Masalah Pemilu
-
Geger, Ketua KPPS Sleman Ditemukan Tewas Gantung Diri
-
Astaga, Petugas KPPS Sleman Belum Dapat Honor Hingga H+2 Pemilu
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar