Ari Hargiatmi menyambut pengunjung di Batik Thinthing Kulon Progo - (Suara/Eleonora PEW)
"Setiap Kamis, anak-anak sekolah, dari TK, SD, SMP, SMA, sampai pemerintah daerah diwajibkan pakai bati geblek renteng. Kalau untuk anak-anak sekolah pakai dlereng, sementara pegawai tirto tejo atau gunungan," ungkap wanita yang juga aktif sebagai penari itu.
"Alhamdulillah, produk jadi berlipat. Apalagi, kalau ada kunjungan dari luar daerah, biasanya kita memberi suvenir batik khas Kulon Progo," imbuhnya.
Ari juga berharap, dengan adanya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), UMKM batik di Kulon Progo bisa lebih berkembang.
"Semoga dengan adanya bandara, pembatik Kulon Progo mendapat ruang dan pendapatan yang lebih," ungkap Ari.
Berita Terkait
-
Arkadia Digital Media dan Pemkab Kulon Progo Siap Jalin Kerja Sama
-
Kutip Al Quran, Kepala BKKBN Ungkap Jarak Kehamilan Ideal untuk Perempuan
-
Marak Mesin Sedot Pasir, Lingkungan Aliran Sungai Progo Rusak
-
Komplotan Copet Spesialis Konser Digulung Polisi, 42 Ponsel Diamankan
-
Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UAD saat KKN Mencuat, Polresta Sleman Lakukan Penyelidikan
-
Berawal dari Dapur Rumah, Brownies Ketan Asal Sidoarjo Tembus Pasar Global
-
Sekolah Dilarang Paksa Siswa Pakai Seragam Baru, MPLS Tak Boleh jadi Ajang Perundungan