Ari Hargiatmi menyambut pengunjung di Batik Thinthing Kulon Progo - (Suara/Eleonora PEW)
"Setiap Kamis, anak-anak sekolah, dari TK, SD, SMP, SMA, sampai pemerintah daerah diwajibkan pakai bati geblek renteng. Kalau untuk anak-anak sekolah pakai dlereng, sementara pegawai tirto tejo atau gunungan," ungkap wanita yang juga aktif sebagai penari itu.
"Alhamdulillah, produk jadi berlipat. Apalagi, kalau ada kunjungan dari luar daerah, biasanya kita memberi suvenir batik khas Kulon Progo," imbuhnya.
Ari juga berharap, dengan adanya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), UMKM batik di Kulon Progo bisa lebih berkembang.
"Semoga dengan adanya bandara, pembatik Kulon Progo mendapat ruang dan pendapatan yang lebih," ungkap Ari.
Berita Terkait
-
Arkadia Digital Media dan Pemkab Kulon Progo Siap Jalin Kerja Sama
-
Kutip Al Quran, Kepala BKKBN Ungkap Jarak Kehamilan Ideal untuk Perempuan
-
Marak Mesin Sedot Pasir, Lingkungan Aliran Sungai Progo Rusak
-
Komplotan Copet Spesialis Konser Digulung Polisi, 42 Ponsel Diamankan
-
Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun