SuaraJogja.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DI Yogyakarta bersama BPN DIY serta tim pembangunan jalan tol Trase Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen kembali melanjutkan sosialisasi pembangunan jalan bebas hambatan di Balai Desa Selomartani, Kamis (12/12/2019). Sebanyak 200 warga hadir dalam sosialisasi tersebut.
Desa Selomartani sendiri memiliki 20 padukuhan/dusun. Dari 20 dusun itu, Dusun Pondok dan Senden 1 dengan 162 bidang tanah akan terdampak pembangunan jalan tol trase Yogyakarta-Solo.
Salah seorang warga Dusun Pondok, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Subandrio (44), mengaku tak keberatan dengan rencana proyek nasional itu.
"Saya sendiri cukup mendukung dengan rencana pembangunan [jalan tol] karena ini kan fasilitas untuk masyarakat, sehingga sepakat dengan rencana ini," kata dia saat ditemui di Balai Desa Selomartani, Kamis (12/12/2019).
Subandrio mengaku memiliki lahan pertanian yang produktif seluas 450 meter persegi. Jika memang terdampak, pihaknya meminta, setiap warga terdampak harus mendapat pengganti yang sesuai.
"Dukungan saya ini harapannya dapat diberi pengganti yang sesuai. Karena wilayah Pondok sendiri banyak masyarakat yang masih bertani, jadi lahan sawah di sini masih kami butuhkan karena bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," terang dia.
Subandrio menerangkan, satu bidang lahan sawah miliknya bakal tergusur. Ia pun berencana mencari lahan lain untuk dibuat sawah pengganti.
"Karena sawah sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, nantinya saya cari lahan baru. Intinya pemerintah ini harus memberikan harga yang sesuai dengan apa yang harus kami dapatkan," terangnya.
Ia menambahkan bahwa rata-rata harga tahan sawah di sekitar Dusun Pondok berkisar Rp500 ribu per meter. Sementara tanah pekarangan dihargai Rp1,5 juta.
Baca Juga: Asus Rilis ZenBook Duo dan ZenBook Pro Duo, Begini Penampakannya
"Rata-rata tanah sawah di sekitar Pondok dihargai sebesar itu. Artinya penggantian yang diberikan pemerintah juga menguntungkan kami," jelasnya.
Seorang warga lain, Setyo (49), mengungkapkan, pembangunan tol trase Yogyakarta-Solo bakal mempermudah akses pengendara dari Yogyakarta ke Solo atau sebaliknya.
"Jika dibangun tol di sini cukup memudahkan pengendara yang kerap berlalu lalang. Fasilitas yang ditujukan untuk masyarakat banyak tetap harus didukung. Saya juga mendapat dampak dari pembangunan itu. Tapi jika harapannya untuk memudahkan orang banyak, pembangunan ini saya dukung," terang Setyo.
Usai menyosialisasikan pembangunan jalan tol trase Yogyakarta-Solo di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (4/12/2019) lalu, Pemprov DIY makin gencar melakukan komunikasi terhadap warga terdampak pembangun jalan bebas hambatan Jogja-Solo. Saat ini Satgas Lapangan, yang terdiri dari BPN, tim pengadaan lahan pembangunan tol Yogyakarta-Solo, dan Tim Desa, tengah melakukan validasi data pemilik tanah untuk disesuaikan dengan luas tanah yang terdampak pembangunan tol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air