SuaraJogja.id - Warga terdampak pembangunan tol Jogja-Solo dari sejumlah dusun di Desa Tamanmartani, mengikuti sosialisasi pembangunan tol di Balai Desa Tamanmartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/12/2019) siang.
Beberapa di antara warga terdampak mengaku masih cukup berat melepas aset mereka, terutama yang berupa aset warisan. Lantaran merasa bukan 'pemilik resmi'.
Salah satunya seperti yang dirasakan Endin. Ia mengaku aset yang dimiliki dan terdampak pembangunan tol merupakan warisan dari orang tuanya. Berupa pekarangan seluas sekitar 211 meter persegi, dengan sumur dan sejumlah pohon jati di atasnya.
"Awalnya berat melepas, tapi mau bagaimana lagi, program pemerintah. Mau gak mau ya harus terjun, dan ini juga kan ada musyawarah bersama. Ya kita lihat bagaimana nanti," kata dia.
Baca Juga: 5 Desa Wisata Terfavorit di Sleman yang Cocok untuk Isi Liburan Nataru
Mendukung adalah satu-satunya jalan yang bisa diambil, demi mengurangi kemacetan di Jogja, tambahnya.
"Jogja dan Jakarta sekarang sama saja, macet di mana-mana. Semoga tol bisa mengurangi kemacetan dan tetap aman," ucapnya.
Ia menyebut, akan menggunakan hasil ganti untung dari pekarangan terdampak tol untuk membeli tanah di lokasi lain.
"Harapannya, nanti ganti untungnya berimbang dengan harga tanah baru yang akan dibeli. Cari tanah sekarang susah, belum tentu yang didapat [dari ganti untung] cukup untuk membeli tanah baru," ujarnya.
Sementara, warga lainnya, Ngadiyono masih mempertanyakan tahapan terkait pemasangan patok yang disampaikan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Krido Suprayitno dalam forum. Tahapan itu dinilainya melangkahi tahapan kesepakatan dengan warga.
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Ini Agenda Wisata di Sleman
"Perihal rencana tanam patok. Itu [patok] ditanam setelah ada kesepakatan 'setuju-tidak setuju' atau bukan? Kalau belum ada kesepakatan, berarti ganti rugi belum ditentukan. Kenapa patok ditanam sebelum kesepakatan?," kata dia.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Hasil BRI Liga 1: Drama 5 Gol, Persis Solo Kalahkan PSS Sleman
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY